Begini Cara Menikmati Wisata Malioboro
Sumber gambar: jalanjogja.com
in

Begini Cara Menikmati Wisata Malioboro

UGET UGET – Mendengar nama Jogja, sepertinya semua orang akan membayangkan satu hal, Malioboro. Ya, Malioboro seakan merupakan ikon utama pariwisata Jogja, dan tak seorang pun yang berkunjung ke Jogja tak mau melewatkan untuk berwisata pakaian atau sekadar berfoto di penunjuk Jalan Malioboro. Jika sudah demikian, seakan-akan sudah resmi pernah menginjakkan kaki di Kota Budaya ini.

Memang, Malioboro sejak dahulu merupakan pusat kebudayaan masyarakat Jogja. Sebelum menjadi pusat perbelanjaan, Jalan Malioboro adalah jalan utama yang digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat Jogja untuk segala prosesi acara adat. Sebab jalan ini dipercayai sebagai jalan yang lurus dan menyatukan antara Gunung Merapi di sebelah utara, Kraton Jogja di tengah, serta Pantai Parangtritis di selatan. Tiga bagian ini, sampai sekarang, masih dipercaya sebagai ikon utama kebudayaan Jogja.

Pancaran lampu-lampu beraneka warna menyorot dari berbagai sudut. Kamu pun juga dapat memilih tempat yang terbaik dengan duduk-duduk di sekitaran nol kilometer. Pada sisi utara disediakan bangku-bangku tempat para wisatawan dan berbagai komunitas berkumpul. Pada sisi timur sebuah monumen yang bernama Serangan Oemoem 1 Maret semakin menambah nuansa romantik kota ini yang begitu memikat.

Ditambah pula, pada sisi selatan berdiri megah bangunan Kantor Pos yang memiliki gaya arsitektural khas Belanda. Selain itu, pada sisi-sisi jalan kawasan ini terpasang beraneka ragam karya-karya instalasi yang menambah citra Jogja sebagai kota seni.

Selain berbelanja, biasanya Malioboro dijadikan sebagai destinasi kuliner. Mulai dari kuliner tradisional di pinggir jalan, hingga kuliner yang elit di dalam mall yang berdiri di pinggir jalan Malioboro. Begitu juga, kamu bisa memilih makanan dengan harga paling rendah sampai paling tinggi, tergantung selera kuliner masing-masing.

Di sela-sela menyantap hidangan, biasanya akan datang beberapa orang pengamen lengkap dengan gitar, penabuh gendang, dan pemain bass. Mereka bernyanyi dengan suara yang merdu, tidak kalah merdu dari lagu-lagu yang didengarkan di dalam televisi.

Rasanya sangat sulit menemukan pengamen yang lengkap dan profesional seperti di Malioboro. Rasanya mereka sedang tidak mengamen, tetapi konser. Biasanya menyanyikan lagu-lagu lawas, tetapi kamu juga bisa request lagu favoritmu.

Bukan hanya pengamen itu. Di bagian lain di Jalan Malioboro, kamu bisa menyaksikan sebuah pertunjukan musik yang sangat berkelas. Mereka memainkan instrumen musik tanpa penyanyi, dengan alat musik tradisional. Jumlah pemain musik dalam satu grup kadang tujuh sampai sepuluh orang. Lima orang bermain alat musik, dua orang menarik uang receh dari pendengar, dan selebihnya berjoget di tengah.

Sumber gambar: jalanjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Sevilla, Kuda Hitam Champions League 2017:2018

Sevilla, Kuda Hitam Champions League 2017/2018

Aktif Ngechat dan Membuka Obrolan Bikin Cowok Paham Kalau Kamu Mau Diperjuangkan

Aktif Ngechat dan Membuka Obrolan Bikin Cowok Paham Kalau Kamu Mau Diperjuangkan