Fakta atau Mitos Gigitan Capung Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengompol?
Sumber gambar: beritasatu.com
in

Fakta atau Mitos: Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengompol Dengan Capung?

UGET UGET – Kebiasaan mengompol tentu wajar untuk seusia anak-anak. Sebab mereka masih belum sepenuhnya mampu mengontrol kandung kemih. Namun meskipun begitu, anak yang masih sering mengompol tentu membuat para orang tua kesal ya. Lalu bagaimana cara mengatasi?

Kalian para orang tua jadi punya kerjaan tambahan untuk mencuci sprei dan selimut serta menjemur kasur yang bau pesing. Bahkan saking kesalnya belum lama ini ada kasus seorang Ibu yang tega menghukum anaknya dengan memukul, mengikat, dan menyemprotkan obat nyamuk hanya karena anak sering mengompol dan terlalu aktif.

Kasus ini tepatnya terjadi pada 11 November 2017 lalu. Ini dilakukan sendiri oleh sang ibu, Novi Wanti pada anaknya yang masih berusia 5 tahun di kosnya yang beralamat di Jalan Asem Raya, Kebon Jeruk Jakarta Barat. Miris sekali ya. Hal sepele bisa berujung maut.

Nah di samping orang tua yang memilih untuk menghukum anaknya, biasanya di Indonesia sebagian besar orang masih meyakini gigitan capung ampuh sembuhkan anak yang sering mengompol. Biasanya capung akan didekatkan ke pusar anak agar dia menggigitnya. Faktanya, anggapan ini masih banyak dipercaya hingga kini. Namun, menurutmu tradisi aneh ini fakta atau mitos sih?

Hal ini diluruskan oleh Rosichon Ubaidillah, seorang peneliti serangga dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dilansir Tempo.co, Rosichon menilai ini sebagai mitos sebab belum ada penelitian yang membuktikan kebenarannya.

Bahkan menurutnya, alih-alih menyembuhkan, gigitan capung malah memudahkan mikroba pathogen (penyakit) masuk ke dalam tubuh. “Gigitannya jelas bisa melukai kulit anak yang masih rentan,” katanya. Padahal capung dikenal sebagai predator yang akan memamah biak mangsanya hingga halus.

Lain daripada itu, daripada menghukum dan menggunakan cara-cara mengerikan untuk membuat anak kapok mengompol, lebih baik para orang tua mendisiplinkan anak dengan cara yang lebih menyenangkan. Sebab anak yang dimarahi dan dihukum justru akan memunculkan perasaan cemas dan takut.

Sebagai orang tua yang bijak, mulailah ajak anak untuk teratur pergi buang air kecil sebelum tidur. Kenalkan pada anak cara menggunakan toilet atau istilah kerennya toilet training. Kalau orang Jawa, menyebutnya dengan istilah di-tatur.

Antarkan anak ke kamar mandi, ajarkan anak untuk mengenali hasrat ingin pipisnya, hingga tuntunlah posisi buang air yang baik. Dalam proses pengajaran ini tak boleh ada anggapan tabu ya Mom.

Orang tua juga harus pandai membuat anak berani dan semangat untuk pergi ke kamar mandi. Mungkin seusia mereka ada perasaan takut untuk ditinggal atau berada seorang diri dalam ruangan, dan sebagainya. Orang tua harus sepenuhnya mendukung kemandirian dan bersabar menghadapi hal ini. Toh nanti efeknya, anak akan semakin bisa menguasai diri.

Sumber gambar: beritasatu.com

https://www.youtube.com/watch?v=ppq–LCMYuw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Obat Luxturna, Secercah Harapan Bagi Pasien Kelainan Pada Mata

Obat Luxturna, Secercah Harapan Bagi Pasien Kelainan Pada Mata

Metode Pembelajaran The Marshmellow Test Untuk Bantu Lihat Kesuksesan Anak

Metode Pembelajaran The Marshmellow Test Untuk Bantu Lihat Kesuksesan Anak