Cara Mendidik Anak yang Suka Mencuri
Sumber gambar: www.ancient-origins.net
in

Cara Mendidik Anak yang Suka Mencuri

UGET UGET – Semua orang tua menaruh harapan yang tinggi kepada anaknya, sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan cita-cita dan harapan yang belum bisa dilaksanakan oleh orang tua. Mereka berharap, kelak anaknya hidup baik dan bermanfaat bagi sekitarnya.

Namun harapan terkadang tak berjalan mulus dalam keseharian. Perilaku negatif seorang anak dapat menjatuhkan harapan itu. Dan yang paling berbahaya sejauh ini, adalah kebiasaan mencuri yang sering dilakukan oleh seorang anak.

Sebagai orang tua, sudah seharusnya mendidik seorang anak tidak tentang kebaikan dan kepatuhan semata, dan mengabaikan keburukan-keburukan yang bisa terjadi pada siapa saja. Untuk itu, beberapa hal ini perlu Anda perhatikan, sebagai salah satu langkah untuk menjaga anak Anda dari perilaku negatif, terutama mencuri.

1. Jangan dimarahi

Terkadang orang tua merasa shock ketika mengetahui anaknya mencuri, apalagi jika yang memergoki adalah orang sekitar. Perasaan malu mampu membuat orang tua marah, bahkan kadang-kadang ada yang memukul dan menyiksa sang anak.

Sang anak memang melakukan kesalahan, tetapi tidak baik jika membalas kesalahan dengan kekerasan. Hal ini bisa mengganggu perkembangan psikologi sang anak, lantas menjadi lebih nakal lagi. Sebagai orang tua, seharusnya bisa mendidik anak untuk tidak berlaku keras. Kalaupun ia berbuat salah, ada baiknya untuk tidak dkipersalahkan.

2. Memberikan contoh yang baik

Pengajaran yang baik adalah dengan memberikan contoh yang baik. Kita tahu bahwa kebiasaan seorang anak adalah mencontoh segala sesuatu yang ia lihat tanpa menghitung baik dan buruknya. Sehingga, hal sekecil apapun akan ia contoh, bahkan jika hal itu buruk.

Jangan sampai Anda mengajari sang anak berbohong. Kebiasaan ini tidak hanya berdampak di masa kecilnya, bahkan sampai dewasa dia akan tumbuh menjadi manusia yang suka berbohong dan melakukan keburukan dalam balutan kebohongan. Kebiasaan berbohong menjadikan seorang anak tidak bisa berpikir dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Tak tahu baik dan buruk, apapun akan dia lakukan. Bahkan mencuri. Bagi orang yang terbiasa berbohong, kebiasaan mencuri bisa dikatakan tidak ia anggap sebagai sebuah tindakan yang tidak baik. Maka seharusnya, orang tua jangan sampai berbohong di hadapannya, dengan kadar sekecil apapun, bahkan dengan motif dan tujuan yang baik.

3. Cara Anda mencari nafkah juga berpengaruh

Tahukah Anda, bahwa cara Anda mencari penghidupan untuk menafkahi keluarga juga berpengaruh besar pada pembentukan karakter seorang anak. Jika jalan yang ditempuh tidak baik, maka makanan yang masuk ke dalam perut dari harta yang tidak baik itu akan membentuk daging yang tak baik, mengalirkan darah, dan pada akhirnya memengaruhi perkembangan sang anak.

Maka sebagai orang tua, Anda harus betul-betul mawas diri untuk tidak mencari penghidupan dengan jalan yang tidak baik. Meski penghasilan sedikit, asalkan cukup dan dihasilkan dengan jalan yang baik.

4. Mulailah untuk mendewasakan pikiran sang anak

Mendewasakan pikiran sang anak berarti mengajarinya hal-hal terkait tata krama dan etika. Misalkan tentang hak milik dan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Seorang anak yang tak bisa membedakan mana hal yang ia butuhkan dan mana yang sekadar keinginannya semata, akan terus mencari cara untuk bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Akhirnya melahirkan anak dengan karakter yang serakah. Jika ia tak bisa mendapatkan keinginannya, berbagai hal akan ia lakukan, meski dengan jalan yang tidak baik.

5. Menjaga Pergaulan

Terakhir, awasilah pergaulan anak Anda. Kebanyakan anak, meski telah baik di dalam rumah, tapi bisa berubah drastis ketika bergaul dengan orang-orang yang tak baik. Hal inilah yang kadang membuat orang tua shock dan tak menyangka anaknya berani untuk mencuri, bahkan setelah mendapatkan pendidikan yang baik di dalam rumah.

Pada intinya, seorang anak bisa baik dan bisa buruk. Tergantung orang tuanya, apakah ia membiarkan anaknya buruk, entah disengaja atau tidak. Mulailah Anda sebagai orang tua untuk lebih sering mencermati pertumbuhan sang anak.

Sumber gambar: www.ancient-origins.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Vending Machine Pembalut Kini Hadir di SMPN 115 Jakarta

Vending Machine Pembalut Kini Hadir di SMPN 115 Jakarta

Bingung Cari Oleh-Oleh Khas Jogja, Ke Sini Saja

Bingung Cari Oleh-Oleh Khas Jogja, Ke Sini Saja