Cara Memasang Kipas Angin Dinding dan Harganya
Sumber gambar: jakmall.id
in

Cara Memasang Kipas Angin Dinding dan Harganya

UGET UGET – Saya heran kenapa harga kipas angin dinding lebih mahal dibandingkan kipas angin duduk, padahal ukurannya sama dan mereknya pun sama. Tetapi di pasaran memang seperti itulah kenyataannya, harga dan cara memasang kipas angin dinding lebih mahal dibandingkan kipas angin duduk yang memiliki kaki.

Kemarin saya membeli sebuah kipas angin dinding dengan harga sekitar Rp250.000. Dengan harga segitu tentu saja kipas angin dinding yang saya dapatkan bukanlah yang bermerek terkenal. Untuk merek-merek yang populer harga kipas angin dinding diatas Rp350.000.

Dengan menggunakan kipas angin dinding kita bisa menghemat tempat, apalagi jika ruangan tersebut kecil dan digunakan untuk beraktivitas yang cukup tinggi, Maka pilihan kipas angin dinding adalah hal yang tepat. Pada mulanya saya ragu untuk membeli kipas angin dinding karena sepertinya sulit untuk menempelkannya di dinding, Karena penasaran dan sedang melewati toko elektronik, saya menyempatkan diri untuk melihat-lihat sambil bertanya. Kira-kira harganya berapa dan bagaimana cara untuk memasang kipas angin dinding.

Ternyata sangat mudah. Untuk menempelkan kipas angin dinding kamu hanya membutuhkan dua biji paku beton yang panjangnya sekitar 5 cm. Saya sarankan gunakan paku beton atau paku baja yang berwarna hitam kehijau-hijauan, karena paku jenis ini sangat kuat dan mampu menembus beton. Tembok zaman sekarang sudah sangat kuat, untuk paku biasa membutuhkan 2 sampai 3 biji agar mampu menembus tembok itu.

Sebenarnya pada paket penjualan kipas angin dinding juga sudah disertakan dengan baut dan fixer. Tetapi untuk menggunakan baut dan Fixer kamu membutuhkan bor tangan. Tahapan pertama adalah membuat lubang di dinding yang ukurannya sebesar Fixer yang sudah disertakan pada paket penjualan. Diameternya sekitar 3 cm. Kalau kipas angin dinding yang kamu beli ukurannya sedang atau kecil, lebih baik menggunakan paku beton karena lebih praktis.

fixer dan baut

Tetapi jika kipas angin yang kamu mau beli ukurannya besar, maka lebih baik menggunakan baut dan fixer yang sudah disertakan tadi. Itu menjamin lebih kuat dan kokoh. Apalagi jika kipas angin digunakan setiap hari.

Pilih yang menggunakan remote atau manual?

Kemarin saya juga ditawari oleh penjualnya, apakah memilih yang menggunakan remote atau manual. Pilihan ini tentu saja bergantung kepada di mana kamu akan memasang kipas angin tersebut. Jika memasang di ruang publik seperti area menunggu, dan ruangannya cukup besar lebih baik pilih yang menggunakan remote. Karena kamu bisa mengontrol kipas angin dari jarak jauh. Lagi pula kipas angin yang menggunakan remote terlihat lebih rapi dan bersih karena tidak ada tali yang menggantung.

Meskipun begitu ada kekurangannya. Jika remote-nya rusak maka kamu harus menggunakan mode manual untuk mengendalikan kipas angin. Bahkan untuk mencari remote cadangan kamu memerlukan kerja ekstra, tidak semua toko elektronik menyediakan remote cadangan.

Sedangkan kipas angin manual jauh lebih fleksibel, harganya murah tetapi kekurangannya ruangan terlihat agak kurang rapi karena ada dua tali yang menggantung. Tali ini digunakan untuk mengendalikan kecepatan kipas angin dan rotasinya.

Saya lebih memilih kipas angin manual dengan harapan bisa lebih awet dan mudah dioperasikan. Itulah sekelumit bagaimana memilih kipas angin dan cara memasang kipas angin dinding dengan baik. Pada akhir artikel ini, saya menyertakan sebuah video demo bagaimana cara memasang kipas angin dinding.

Sumber gambar: jakmall.id

Written by Bimo

Web developer, menggunakan CakePHP sebagai inti pengembangan situs dan wordpress untuk bermain blog. Kadang-kadang menulis, coding. Suka bersepeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Cewek Pendiam Itu Jauh Lebih Menantang Di Mata Cowok

Cewek Pendiam Itu Jauh Lebih Menantang Di Mata Cowok

Alasan Mengapa Seorang Perempuan Juga Perlu Menuntut Ilmu yang Tinggi

Alasan Mengapa Seorang Perempuan Juga Perlu Menuntut Ilmu yang Tinggi