Cara Aman Tidur Tengkurap untuk Bayi
Sumber gambar: family.fimela.com
in

Cara Aman Tidur Tengkurap untuk Bayi

UGET UGET – Kebaikan dan keburukan layaknya dua sisi uang koin yang selalu berdampingan dan tak bisa terpisah. Sesuatu yang baik bisa berubah menjadi buruk jika kadarnya kurang atau berlebih. Sebaliknya, sesuatu yang terlihat buruk bisa berubah menjadi baik jika dilakukan dalam kadar yang pas.

Salah satu tugas orang tua dalam mengurus bayi adalah menjadikan semua kemungkinan, bahkan yang buruk, menjadi baik bagi perkembangan motorik dan kognitif sang bayi. Sebab, seorang bayi belum memiliki sensor sendiri untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga, tanpa bimbingan orang tua, semuanya bisa berubah menjadi malapetaka bagi bayi.

Tidur dalam posisi tengkurap merupakan salah satu tahap perkembangan yang normal dan memang harus dilalui oleh bayi. Hal ini bisa menguatkan otot dan saraf pada bagian dada dan perut. Namun jika bayi melakukannya dalam kadar yang berlebihan, kebaikan itu akan berubah menjadi keburukan bagi bayi, bisa menyebabkan hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Apakah dalam bentuk penurunan kerja paru-paru, saraf yang terjepit, bahkan bisa mengakibatkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrom).

Untuk menghindari hal buruk terjadi, maka perlu bagi orang tua untuk mengetahui kadar-kadar yang tepat dalam posisi tidur tengkurap untuk bayi. Hal ini bisa menjadi pengetahuan, dan menjadikan orang tua lebih mawas dalam mengawasi sang buah hati.

1. Jangka waktu dan posisi yang tepat

Sampai sekarang, beberapa dokter spesialis anak menyimpulkan bahwa penyebab utama terjadinya SIDS adalah posisi tidur tengkurap yang tidak benar. Bisa jadi karena organ pernapasan sang bayi tersumbat dalam posisi tengkurap, entah karena alas tidur yang menutup hidung dan mulutnya, ataukah sang anak tak bisa menyerongkan wajahnya dan tak bisa menentukan posisi yang baik untuk bernapas.

Maka orang tua perlu menggunakan alas yang tidak berpotensi menyumbat organ pernapasan. Jika sang bayi tak bisa menyerongkan wajah, maka tugas orang tua untuk membenarkannya. Begitu juga ketika sang bayi terlalu lama tidur dalam posisi tengkurap, orang tua perlu membantunya untuk mengubah posisi telentang.

2. Usahakan gerak bayi tidak dibatasi

Sejatinya, sang bayi akan menyadari dan bergerak sendiri ketika posisi tidurnya tidak nyaman. Jika beberapa faktor menghalanginya untuk bergerak, saat itulah bayi terkadang menangis. Ketika dalam posisi tidur tengkurap ia merasakan keletihan pada bagian dada dan perut, biasanya ia akan mengubah posisi sendiri.

Nah, bagi orang tua, seharunya menyediakan ruang gerak yang lebih besar pada bayi ketika tidur. Jangan sampai terlalu kecil, sehingga ia kesusahan untuk bergerak. Memang baik untuk menidurkan bayi di antara dua bantal guling, tetapi jika bantal guling itu membatasi geraknya, tentu akan berubah menjadi tidak baik.

3. Jangan paksakan bayi tidur tengkurap

Hal ini kerap terjadi, mungkin lantaran kebahagiaan orang tua yang ingin segera melihat pertumbuhan anaknya secara pesat. Namun kadang-kadang malah berakibat buruk bagi bayi. Ketika ia belum bisa tengkurap, atau ketika tidur tidak tengkurap, maka jangan paksakan atau mengubah posisi tidurnya agar tengkurap. Biarkan dia mengatur posisinya sendiri, sesuai dengan kenyamanannya.

Orang tua perlu tahu, bahwa bayi baru bisa tengkurap di umur tiga bulan, sebagai tahap perkembangan selanjutnya setelah ia bisa menggerakkan badan ke kiri dan ke kanan. Sebelum bisa menggerakkan badan, jangan sekali-kali memaksanya untuk tengkurap.

Demikian beberapa tips untuk orang tua, agar selalu mawas terhadap segala perilaku sang buah hati. Sebab, orang tualah yang harus menuntun perkembangan bayi. Dan orang tua yang mawas tentu melahirkan generasi yang sehat secara badan dan mental.

Sumber gambar: family.fimela.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Cowok Angkuh Adalah Manusia Paling Angker Di Mata Cewek

Cowok Angkuh Adalah Manusia Paling Angker Di Mata Cewek

Di Toraja, Kuburan Tak Selalu Menyeramkam 1

Di Toraja, Kuburan Tak Selalu Menyeramkam