Bystander effect Si Pengamat yang Diam Mematung Saat Ada Kecelakaan
Sumber gambar: vinodnarayan.com
in

Bystander effect: Si Pengamat yang Diam Mematung Saat Ada Kecelakaan

UGET UGET – Musibah bisa terjadi di mana saja, baik di tempat sepi maupun di ruang publik. Berbagai macam kepentingan yang tumpah ruah di ruang publik memungkinkan terjadi gesekan egoisme. Sehingga terjadilah hal-hal yang tak diinginkan, seperti misalnya kecelakaan. Ketika melihat korban kecelakaan, wajarnya sebisa mungkin kita yang berada di dekatnya segera menolong. Namun ada pula orang yang justru hanya diam mematung seperti pengawas ujian. Ya, sikap seperti itu bisa disebut dengan bystander effect alias efek pengamat.

Tentu pernah melihat atau mengalami sendiri bukan ketika ada kecelakaan, kamu hanya melihat tanpa mendekat dan memberikan pertolongan? Biasanya ini kamu lakukan setelah menimbang bahwa ada orang lain yang sudah membantu si korban. Jadi bukannya segera bertindak, kamu hanya memastikan si korban baik-baik saja dari kejauhan. Sikap seperti itu bisa disebut tidak peka dengan keadaan sekitar lho guys.

Dilansir okezone.com, ada dua kecenderungan yang bisa membuat seorang terkena bystander effect, yakni kehadiran orang lain memicu pembagian tanggung jawab, dan kedua, kamu mengacu pada reaksi orang lain.

Di ruang publik, seperti jalan raya misalnya – ada banyak orang yang bertebaran di sana. Dan efek ini bisa muncul karena kamu menunggu orang lain tergerak. Saking banyaknya orang di sana, kamu begitu meyakini pasti ada saja orang baik hati yang akan segera membantu korban.

Semakin banyak orang yang ada tempat kejadian perkara, orang akan semakin lempar tanggung jawab. Sehingga tak jarang, kita temui orang hanya berkerumun, bersikap sok panik, tetapi tidak beraksi menolong sama sekali. Di sini, alasan kamu hanya diam sebagai pengamat, tak lain karena kamu hanya ‘kepo’ akan nasib si korban: bagaimana kelanjutan nasibnya.

Alasan yang kedua, ini karena kamu mengacu pada reaksi orang lain. Jika orang lain yang membantu si korban tak begitu terpakai jasanya. Atau dengan kata lain si korban sudah bisa meng-handle semuanya sendiri, akhirnya kamu merasa tak perlu menolong.

“Tapi kayaknya nggak parah deh. Itu udah bisa bangun kok korbannya. Kayaknya cuma kepleset kecil…”

Akhirnya kamu menganggap bahwa si korban baik-baik saja dan sebenarnya bukan situasi darurat yang perlu untuk segera ditolong. Kamu pun tidak jadi membantu si korban. Nah apa kamu pernah terkena bystander effect ini juga?

Namun di balik itu semua, bagaimana kalau posisimu di situ sebagai korban? Sebaiknya, separah atau seringan apapun kecelakaan yang terjadi, tumbuhkanlah tak hanya simpati, melainkan juga empati untuk memberi pertolongan.

Sumber gambar: vinodnarayan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Sebanyak 86 Persen Orang Suka Mendengarkan Lagu Favorit Berulang Kali

Sebanyak 86 Persen Orang Suka Mendengarkan Lagu Favorit Berulang Kali

Backpacking Dana Minim, Ini Penginapan di Jogja yang Pas Untukmu

Backpacking Dana Minim, Ini Penginapan di Jogja yang Pas Untukmu