Buka Puasa Pakai Air Hangat atau Air Dingin? Begini Kata Ahli
Sumber gambar: tokopedia
in

Buka Puasa Pakai Air Hangat atau Air Dingin? Begini Kata Ahli

UGETUGET – Menurut hadis setiap kita berbuka puasa baiknya diawali dengan yang manis. Oleh karena itu, kita bisa melihat berjamurnya penjual-penjual minuman air yang bersifat manis. Mulai teh, kolak dan berbagai macam varian es. Tahukah Anda jenis air mana yang tepat untuk buka puasa dan berefek baik bagi kesehatan? Air hangat atau air dingin?

Sering kita temui banyak orang saat berbuka lebih memilih meminum air dingin. Kesegarannya langsung terasa, terlebih setelah kita menahan lapar dan haus selama hampir 12 jam. Namun ternyata, meminum air dingin saat berbuka puasa tidak baik untuk tubuh.

Dilansir dari Kompas, praktisi gizi klinis dan olahraga, Rita Ramayulis, menjelaskan bahwa mengawali buka puasa dengan minuman dingin akan membuat kerja lambung melambat karena harus menyesuaikan dengan suhu tubuh. Selain itu, kondisi perut yang lama tidak terisi makanan dan minuman bisa berakibat kontraksi pada lambung jika langsung menerima air dingin.

Sebaiknya Hangat

Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Kalimantan Barat, Dr Nursyam M. Kes, menjelaskan  agar saat berbuka puasa baiknya diawali dengan minuman air yang manis dan hangat. Hal ini dilakukan agar proses penyesuaian suhu tubuh dengan sumber nutrisi yang masuk bisa berjalan mulus. Selang lima sampai sepuluh menit, barulah Anda bisa mengonsumsi minuman manis seperti kolak, es buah, atau berbagai varian minuman lainnya.

Buka Puasa Pakai Air Hangat atau Air Dingin? Begini Kata Ahli
Sumber gambar: tokopedia

Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan teh untuk berbuka. Satu gelas teh cukup untuk membantu menaikkan gula darah dan memberikan suplai energi pada tubuh. Selain itu, meminum air hangat untuk berbuka dapat mengaktifkan sistem pencernaan yang istirahat bekerja selama 12 jam.

So, jika Anda masih terbiasa meminum air dingin untuk berbuka, baiknya segera ubah kebiasaan itu. Memang, air dingin menjanjikan kesegaran, setelah proses menahan dahaga selama 12 jam. Namun bagaimanapun, jika Anda menginginkan kondisi tubuh sehat dan segar untuk beraktivitas kembali esok hari, baiknya segera pertimbangkan ulang. Tidak ada salahnya juga menahan waktu sedikit lebih lama untuk mencapai kondisi tubuh yang sehat.

Written by Agus A. Pribadi

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Sejarah THR, Kamu Tau?

Sejarah THR, Kamu Tau?

Setelah Sahur Tidur Lagi Nggak? Ini Pola Jam Tidur Yang Tepat di Bulan Ramadhan

Setelah Sahur Tidur Lagi Nggak? Ini Pola Jam Tidur Yang Tepat di Bulan Ramadhan