Bodyguards and Assasins, Sebuah Kebenaran Sunyi
Sumber gambar: www.justwatch.com
in

Bodyguards and Assasins, Sebuah Kebenaran Sunyi

UGET UGET – Seorang murid terpaksa dibunuh oleh gurunya sendiri, lalu seorang ayah memeluk sang anak penuh rasa kehilangan, lalu zoom out. Di atas lautan, pada sebuah dek kapal sesosok orang berdiri mengenakan pakaian barat, jas, celana pentalon gelap dan topi bundar berwarna putih, zoom in.

Sepasang mata Sun Yat Sen yang tertutup topi mulai tampak. Matanya sembab, nanar menatap kelahiran Cina yang baru, tepat di hadapan. Selebihnya hanya desau angin dan debur ombak. Demikianlah adegan akhir film Bodyguards and Assasins.

Ketika pemikiran baru menyebar perlahan pada sebuah masyarakat, selalu ada yang harus ditumbangkan demi terciptanya tatanan baru. Dengan kata lain, beberapa pihak harus menyingkir, sistem digugat dan harus diperbaiki, kalau perlu diganti total.

Demikian pula revolusi, banyaknya darah yang tumpah sebagai bentuk pengorbanan untuk melawan derita, untuk menegakkan tonggak-tonggak perubahan, serta pemikiran baru dengan struktur pemerintahan yang baru. Tenaga, darah, dan nyawa menjadi sebuah bentuk pengorbanan demi terwujudnya novus ordo secrum.

Ada beberapa adegan yang saya suka dalam film ini, yaitu ketika An Shi—seorang abdi—meminta tolong kepada tuannya untuk bicara kepada seorang perempuan yang disukainya. Kemudian ketika Chong Kwong—putra pengusaha kaya—menggantikan peran sebagai Sun Yat Sen.

Lalu, dialog murung seorang pengemis bersama Li Yu Tang pada malam sebelum kedatangan Sun. Juga pertemuan seorang murid dengan gurunya yang sedang ditawan. Anggaplah semua itu sebagai bingkai yang tertata rapi pada film ini.

Bodyguards and Assasins, Sebuah Kebenaran Sunyi
Sumber gambar: www.justwatch.com

Akan tetapi yang menjadi topik utama dalam film adalah bagaimana nilai-nilai lama tergantikan oleh nilai-nilai baru yang datang dari barat, revolusi yang memiliki makna universal. Dr. Sun menyebutnya sebagai: sebuah hasrat untuk menuju peradaban yang lebih baik, terdorong dari peradaban yang kejam.

Di sana kebenaran saling berebut tempat. Nilai-nilai yang harus dibela dan terus diperjuangkan lepas dari imaji hitam dan putih, baik dan buruk. Semuanya berbaur. Kebenaran yang satu bercampur dengan kebenaran lain, bukan hanya bercampur, tapi juga berbenturan satu sama lain.

Yang melakukan kejahatan tidak selamanya salah, yang benar tidak selamanya benar. Bisa jadi keduanya benar, bisa jadi keduanya salah. Tapi selalu ada salah satu yang menang dan disebut ‘benar’ dan satunya disebut ‘salah’.

Yang jelas, kebenaran—meminjam istilah seorang pengarang—senantiasa sunyi. Kebenaran yang diburu akal pikiran, tidak saja dapat ditemukan di tempat ramai, tapi juga ada dalam kesunyian, dalam keterasingan Dr. Sun di tanah eksil.

Satu garis lurus dalam film ini, meski bercerita tentang awal revolusi mulai membakar Cina, tampak satu fase yang beralih ke fase lain. Pergeseran pemikiran dari yang lama ke yang baru. Dari feodalisme menuju demokrasi. Sebagaimana adegan pembuka film tersebut yang menerangkan muasal istilah demokrasi. Demos…

Sebab kekejaman melahirkan derita, sebab ada yang tertindas dan yang menindas, perjuangan pun lahir. Namun, setiap perjuangan selalu melahirkan derita yang lain, harus menghadapi represi penguasa. Tapi derita pula yang menghadirkan perlawanan untuk mewujudkan dunia baru sebelum kemenangan yang gilang-gemilang terwujud, tegak dan kokoh.

Dalam hidup, penderitaan bisa menjatuhkan sekaligus membangkitkan, menghancurkan sekaligus membangun kembali pandangan yang baru tentang segala sesuatu. “Rasa penderitaan ini, inilah yang disebut sebagai revolusi,” ucap Sun Yat Sen pada sebuah rapat dengan para utusan daerah, yang kehadirannya hanya dua puluh lima menit saja di Hong Kong sebelum kembali ke tanah asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Berbohong Jadi Cara Ampuh Cewek Menguji Kesetiaan Pacarnya

Berbohong Jadi Cara Ampuh Cewek Menguji Kesetiaan Pacarnya

Desain Kursi SkyRider 2.0 Diperkirakan Jadi Rancangan Kursi Pesawat Terbang Masa Depan

Desain Kursi SkyRider 2.0 Diperkirakan Jadi Rancangan Kursi Pesawat Terbang Masa Depan