Body Shaming, Stop Sama Ratakan Indikator Postur Tubuh Ideal
Sumber gambar: www.wheniwrit.com
in ,

Body Shaming, Stop Sama Ratakan Indikator Postur Tubuh Ideal

UGET UGET – Produk budaya massa tak henti-hentinya mengonstruksi bagaimana definisi wanita cantik itu. Wanita cantik dicirikan mereka yang memunyai wajah tirus, rambut lurus panjang, kulit putih bersih, wangi, hingga memiliki postur tubuh ideal. Kriteria akan postur tubuh yang ideal lantas membuat banyak wanita berusaha memenuhi tuntutan ini. Bagi mereka yang tak memiliki kriteria ini biasanya akan mendapatkan cemooh. Body shaming menjadi istilah yang kerap disebut untuk menyebut hal ini.

Ketidaksempurnaan tubuh sering kali membuat seseorang merasa malu dan minder akan bentuk tubuhnya. Ketidaksempurnaan ini juga kerap menjadi sasaran bullyan. Dilansir hipwee.com, body shaming adalah bentuk dari tindakan mengomentari fisik, penampilan, atau citra diri seseorang. Body shaming ini bisa muncul karena berat badan berlebih (fat shaming) maupun terlalu kurus (thin shaming).

Ada kalanya orang menilai dirinya sendiri sudah gemuk, namun menurut orang lain tubuhnya masih kurus bahkan sudah ideal. Inilah salah satu efek dari body shaming. Gambaran bentuk tubuh yang ideal merujuk pada satu postur. Padahal setiap orang memunyai standar tubuh idealnya masing-masing. Apa yang digambarkan dalam iklan, film, dan produk budaya massa lainnya tidak bisa menjadi acuan tunggal tubuh ideal.

Efek body shaming ini sangat mengkhawatirkan kalau dibiarkan berlarut-larut. Orang bisa jatuh pada pandangan sempit mengenai postur tubuh ideal. Bisa jadi orang menghalalkan segala cara cepat untuk mendapatkan postur ideal. Bisa itu dengan diet ketat, olahraga ekstrem, operasi, suntik, obat-obatan, dan berbagai cara menyiksa diri lainnya.

Cemoohan memang bisa mengganggu ketenangan psikologis seseorang. Bisa jadi dia memikirkan komentar buruk itu sepanjang hari sehingga memengaruhi emosinya. Jelas ini menjadi sebuah cambuk bagi dirinya. Dalam sebuah artikel di hipwee disebutkan, efeknya beragam, bisa depresi, jatuhnya harga diri, malu, minder, hingga gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia nervosa.

Padahal di balik itu semua, setiap wanita unik dengan bentuk tubuhnya sendiri. Sehingga tak perlulah kita membandingkan diri satu sama lain. Perlu dibedakan sekali lagi antara berat badan dengan bentuk tubuh. Kadang bentuk tubuh yang ideal belum tentu mencerminkan berat tubuh yang ideal juga kesehatan yang optimal lho. Bentuk tubuh itu bukan segalanya kok.

Mulai dari sekarang, cobalah untuk menerima dirimu sepenuhnya. Daripada menyalahkan keadaan, bukannya lebih baik untuk mensyukurinya saja? Menjaga kesehatan dan merawat diri tanpa terpengaruh standar ideal bentuk tubuh akan jauh lebih baik. Tak hanya mencintai diri sendiri, menghargai orang lain juga perlu. Sudahilah melakukan body shaming, sebab itu tak ada gunanya sama sekali.

Sumber gambar: www.wheniwrit.com

https://www.youtube.com/watch?v=RN8EjqVkbDM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Ingin Naik Level Kalian Harus Siap untuk Ditempa

Ingin Naik Level? Kalian Harus Siap untuk Ditempa

Seorang Pecandu Bisa Kehilangan Tiga Hal Penting di Dunia Ini

Seorang Pecandu Bisa Kehilangan Tiga Hal Penting di Dunia Ini