Maraknya Bitcoin Ternyata Sudah Tertulis Di Jangka Jayabaya, Bukti Nenek Moyang Kita Sangat Futuristik
Sumber gambar: btc.ng
in

Maraknya Bitcoin Ternyata Sudah Tertulis Di Jangka Jayabaya, Bukti Nenek Moyang Kita Sangat Futuristik

UGET UGET – Fenomena bitcoin dan cryptocurrency memang sangat marak. Tapi siapa sangka ternyata hal ini sudah dijabarkan oleh para leluhur melalui Jangka Jayabaya. Ini merupakan bukti bahwa nenek moyang orang Indonesia sangat futuristik dan melangkah jauh ke depan.

Ini berawal dari sabda leluhur yang dibacakan oleh Presiden Joko Widodo saat peletakan batu pertama di Kulon Progo, Yogyakarta. Saat itu saya memang belum ngeh dengan isi sabda leluhur tersebut. Karena konteks saat itu terkait dengan bandara yang akan didirikan di wilayah tersebut.

Bagi yang belum tahu isi sabda leluhur yang dibacakan Presiden Joko Widodo, berikut adalah kutipannya.

“Sesuk ning tlalah kene bakal ono wong dodolan cau nang awang-awang. Tlalah Temon iki bakal dadi susuhe kinjeng wesi. Tlatah sak lor kidul gunung jeruk bakal dadi kutho. Glagah bakal dadi mercusuaring bawono.”

Pada kalimat pertama kutipan tersebut, bagi saya konteks lokasi atau geografisnya belum jelas. Sehingga saya mengartikan bahwa sebagai Presiden Indonesia, maka yang dimaksud oleh Bapak Joko Widodo adalah Indonesia. Sedangkan pada kalimat berikutnya sudah mulai jelas dimana lokasi yang dimaksud.

Kenapa kalimat pertama begitu menarik bagi saya? Dalam kalimat tersebut dijelaskan bahwa akan ada orang yang berjualan cau di awang-awang. Ada dua kata yang menurut saya perlu dibedah lagi, yaitu cau dan awang-awang.

Cau memang bisa merujuk ke banyak hal. Tapi untuk menerjemahkan apa itu cau, maka harus dikontekskan dengan awang-awang. Makna dari awang-awang di sini bisa berarti angan-angan, atau sesuatu yang ada/berharga tapi tidak tampak. Jika dibahasakan dengan bahasa modern, mungkin setipe dengan kata virtual.

Lalu apa itu cau? Bila dikaitkan dengan kata virtual, bisa saja ini berarti penjualan barang secara online. Tapi ini masih memerlukan barang yang nyata, sehingga agak tidak berkorelasi dengan makna awang-awang.

Tapi bagaimana jika yang dimaksud cau adalah cryptocurrency, yang salah satu macamnya adalah bitcoin? Bagi saya ini sangat masuk akal. Terlebih hanya dalam waktu beberapa bulan saja setelah sabda tersebut diucapkan, fenomena bitcoin mulai terangkat ke publik.

Jika memang benar bahwa leluhur melalui Jangka Jayabaya telah menulis pesan bagi anak cucunya, maka tugas kita sebagai anak cucu adalah mempelajarinya. Karena pastinya tidak ada orang tua yang ingin anak cucunya menderita. Jadi pasti ada banyak pesan dan nasihat yang berguna, yang bisa kita aplikasikan.

Sumber gambar: btc.ng

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Mitos Atau Fakta Sisir Rambut- Sering Menyisir Rambut Bikin Rambut Tampak Bersinar?

Mitos Atau Fakta Sisir Rambut: Sering Menyisir Rambut Bikin Rambut Tampak Bersinar?

Cepat Sembuh Real Madrid Tidak Ada Alasan untuk Terpuruk

Cepat Sembuh Real Madrid, Tidak Ada Alasan untuk Terpuruk