Skrin

Big Movie Platinum Global TV Jeda Iklannya Bikin Emosi Membuncah, Kamu Merasakan Nggak?

UGETUGETBig Movie Platinum Global TV bikin males banget. Tapi, saya akan cerita dulu.

Malam hari sudah tiba. salat Isya sudah saya tunaikan. Saatnya melepas penat setelah seharian beraktivitas. Duduk di depan TV, ambil beberapa makanan ringan, dan tak lupa remote TV selalu berada di jangkauan, sambil menjelajah saluran TV yang membosankan.

Saya sudah hafal dengan acara TV setiap hari. RCTI menampilkan sinetron tidak berkelas, SCTV juga ikut-ikutan ingin mendapatkan porsi sinetron yang dulunya didominasi oleh RCTI, dan mulai menayangkan judul sinetron aneh seperti Anak Langit dan Dua Wanita Cantik.

Bukan hanya itu saja. ANTV menampilkan hampir 24 jam film-film India yang bikin gila. Banyak rumah tangga yang terbengkalai hanya gara-gara film India yang tampil secara maraton, dan sialnya ibu-ibu menyukai film India yang konyol ini.

Apa lagi ya? MNCTV yang menampilkan acara yang kurang jelas. Saya jarang sekali membuka MNCTV. Acaranya memang tidak jelas apa yang akan disampaikan. Serius, tidak jelas sama sekali. Kalau saya bisa bilang, MNCTV ini hanya semacam media kampanye bagi elit politik pemilik channel ini. Entah siapa orangnya, cobalah Googling.

Indosiar? Sama saja. TV ini hanya menyiarkan acara Akademi Dangdut dengan kompetisi yang tidak jelas Kapan berakhirnya, siapa juaranya, dan jurinya juga tidak berkompeten dalam bidang dangdut.

Semuanya aneh dan menggelikan.

Tersisa Trans7 dan Trans TV. Menurut saya kedua channel ini memiliki misi yang bagus untuk menampilkan acara-acara kreatif seperti Mancing Mania yang sudah pernah saya bahas kemarin.

Global TV? Acara yang saya sukai hanyalah Big Movie Platinum Global TV yang menampilkan film-film menarik. Tetapi, saya sangat kesal dengan cara mereka menayangkan film-film itu. Ini yang akan saya bahas dalam artikel ini. Mungkin bukan artikel, tapi seperti surat pembaca yang ingin melaporkan ketidakadilan suatu layanan. Semoga saja petinggi Global TV bisa membaca surat pembaca ini.

Trans TV juga memiliki acara sejenis yang menampilkan film box office, apalagi mereka memiliki sponsor dari Djarum melalui Black Cinema yang menampilkan acara film dengan rating yang lebih tinggi.

Jadi, Global TV dan Trans TV bersaing ketat untuk merebut perhatian saya. Trans TV menayangkan acara film box office dengan cukup bagus, hampir tidak ada kekurangan. Mereka menayangkan iklan dengan cara yang wajar, kadang ketika film berjalan ada iklan yang tampil. Durasi antara film dan iklan cukup rasional. Film tayang sekitar 15 sampai 20 menit, kemudian diselingi dengan iklan.

Wajar saja karena pemasukan televisi adalah melalui iklan. Dan pihak televisi pun juga harus membayar sejumlah royalti untuk menayangkan film box office. Selisih antara iklan dan pembayaran royalti adalah keuntungan untuk televisi. Trans TV menunjukkan kewajaran dalam hal ini.

Tetapi, GlobalTV sangat parah. Dosa yang mereka tanggung sangat besar. Akan saya jelaskan dosa apa yang mereka perbuat.

1. Iklan terlalu banyak

Beda dengan Trans TV, Big Movie Platinum Global TV menayangkan iklan yang jauh lebih banyak dan perbandingan antara film tayang dan iklan tidak wajar. Film tayang sekitar 5 menit, kemudian iklan tayang juga 5 menit. Saya adalah saksi mata yang melihat dosa ini.

Jelas saja penonton tidak nyaman dengan taktik bisnis seperti ini. Akhirnya, saya sering mengganti channel dan berusaha menemukan acara yang lebih baik. Jika film yang ada di Global TV itu memang bagus, akan saya catat dan akan saya cari di internet melalui situs situs film streaming. Kemudian saya akan menikmati film itu tanpa iklan sama sekali.

2. Memotong pada saat film sedang seru

Ini juga dosa yang besar. Big Movie Platinum Global TV secara tega dan kejam memotong film pada saat adegan sedang tegang dan seru dengan iklan yang menyebalkan. Serius, mereka membuat para penonton tidak nyaman. Misalkan ada adegan baku tembak, dan sang tokoh utama terpojok. Pada detik selanjutnya, Global TV akan menampilkan iklan secara tiba-tiba. Dan itu bikin kaget, sebenarnya.

Apakah mereka tidak berpikir bahwa perbuatan tersebut sama saja memberikan pengalaman buruk kepada pemirsa. Yang lagi tegang dan serius melihat film, akan berbalik dengan emosi yang membuncah.

Yang jelas, pemirsa kecewa, saya juga kecewa.

Saya sendiri malah mengkhawatirkan jeda iklan tersebut, bukan tenggelam menikmati film tetapi was-was apakah sebentar lagi akan iklan atau film ini akan berlanjut. Saya malah tidak bisa menikmati film yang ditayangkan oleh Big Movie Platinum Global TV.

Jadi, saya sarankan untuk Global TV memperbaiki jeda iklan untuk meningkatkan pemirsa yang respect kepada Global TV.

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi