Biaya Pernikahan Kok Harus Mahal, Efeknya Panjang Lho uget uget
Sumber gambar: sabtastic.deviantart.com
in

Biaya Pernikahan Kok Harus Mahal, Efeknya Panjang Lho

UGET UGETPernikahan menjadi sesuatu yang didambakan oleh setiap pasangan, mereka membutuhkan ikatan resmi yang membuat hidup menjadi berbeda. Tapi kadang untuk mencapai ikatan resmi pernikahan membutuhkan biaya pernikahan yang tidak sedikit.

Masalah biaya ini seringkali menjadi penghambat kedua pasangan untuk menikah. Ada juga yang sampai rela berhutang untuk membuat pesta pernikahan mewah. Yang berhutang biasanya pihak orang tua yang ingin membahagiakan anaknya dengan acara pernikahan mewah.

Tapi cara semacam ini justru tidak memberikan pendidikan kepada calon pengantin. Seharusnya membuat pesta pernikahan itu harus melihat kekuatan finansial yang dimiliki tanpa harus berhutang. Di beberapa daerah di Indonesia malah ada yang bergantung kepada uang sumbangan yang diberikan oleh para tamu. Jadi uang sumbangan ini masuk ke dalam perhitungan biaya pernikahan.

Keluarga rela berhutang untuk membuat pesta pernikahan yang besar dan mewah, kemudian membagikan undangan yang banyak bahkan kepada orang-orang yang dipandang kaya. Setelah itu pesta pernikahan ini akan menghasilkan sumbangan yang sangat banyak. Uang sumbangan ini nantinya akan digunakan untuk melunasi hutang keluarga. Jika beruntung, hutang akan lunas bahkan ada uang sisa untuk digunakan kebutuhan lainnya, tetapi jika apes maka keluarga harus menanggung hutang yang cukup banyak.

Fenomena ini pasti akan berimbas kepada keluarga pengantin baru, mau tidak mau mereka harus membantu membayar hutang akibat pernikahan mewah. Jadilah sebuah keluarga baru dengan tanggungan hutang yang melimpah. Tentu ini bukanlah suatu awal yang bagus bagi sebuah keluarga. Seharusnya mereka menikmati keluarga baru dan memulai petualangan yang menyenangkan, bukan dibebani dengan hutang yang seharusnya tidak perlu.

Jika bisa menikah dengan biaya yang minim, Kenapa kita harus memaksakan untuk membuat pesta pernikahan mewah? Pesta pernikahan mewah hanya akan menghabiskan biaya yang sangat besar dalam waktu singkat tanpa ada nilai investasi yang nantinya akan membantu keuangan keluarga yang baru. Pemborosan semacam itu seharusnya sudah mulai ditinggalkan dan menggantinya dengan pola pernikahan yang hemat tetapi sangat berkesan.

Sebenarnya biaya pernikahan itu, hanya membutuhkan beberapa ratus ribu saja untuk biaya di KUA. Selebihnya hanya formalitas belaka saja. Kalau tidak percaya silahkan cek biaya pernikahan di KUA, tidak sampai Rp 1.000.000.

Memang, pernikahan tanpa ada pesta rasanya kurang meriah. Kita bisa mengadakan pesta kecil yang dihadiri oleh keluarga dan beberapa teman dekat saja, semacam pesta pribadi yang meriah dan menarik. Pada pesta itu kita bisa merancang jalannya acara dengan cukup menarik dan sederhana, mungkin di sebuah kebun yang eksotis. Tidak perlu mengeluarkan makanan yang sangat banyak yang kadang tidak dimakan oleh para tamu, cukup yang disukai saja.

Sebagai inspirasi, ada pasangan muda di China yang mengadakan pernikahan dengan biaya yang sangat minim, yaitu sekitar 4,2 juta saja. Jika dilihat kita tidak mungkin mengadakan pernikahan dengan biaya yang seminim itu, tapi nyatanya pesta pernikahannya bisa terwujud.

pernikahan sederhana

Kuncinya adalah bagaimana kita mengatur keuangan, agar dana yang dipakai efektif dan efisien. Tidak perlu menghambur-hamburkan banyak biaya hanya karena ingin dipuji oleh para tamu. Keuntungannya, uang yang seharusnya digunakan untuk mengadakan pesta yang besar bisa digunakan untuk modal usaha. Keuangan yang baik setelah pernikahan jauh lebih penting dibandingkan pesta megah dan menghabiskan banyak uang.

Kebanyakan yang menginginkan pesta yang besar adalah pihak wanita. Mereka ingin dihargai ketika ‘diambil’ orang lain. Seharusnya para wanita menyadari bahwa kehidupan setelah pernikahan jauh lebih penting untuk diperjuangkan yaitu dengan membuat suatu usaha. Pernikahan hanyalah sebuah awal dari kehidupan panjang yang sebenarnya.

Sampai saat ini saya belum menemui wanita yang berpandangan ke depan dengan cara ‘rela’ tidak mengadakan pesta pernikahan yang besar. Kebanyakan mereka menuntut untuk sebuah pesta pernikahan yang tidak pernah dilupakan orang lain.

Sumber gambar: sabtastic.deviantart.com

Sumber

Written by Bimo

Web developer, menggunakan CakePHP sebagai inti pengembangan situs dan wordpress untuk bermain blog. Kadang-kadang menulis, coding. Suka bersepeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pedagang Setel Kenceng Musik Telolet, Pembeli Bingung uget uget

Pedagang Setel Kenceng Musik Telolet, Pembeli Bingung

Si Cantik yang Masih Saja Betah Sendiri. Siapa Nih? uget uget

Si Cantik yang Masih Saja Betah Sendiri. Siapa Nih?