Hati-hati Bermain Hati Bisa Jadi Bumerang untuk Diri Sendiri
Sumber gambar: deskbg.com
in

Hati-hati, Bermain Hati Bisa Jadi Bumerang untuk Diri Sendiri

UGET UGET – Sering menjumpai orang yang suka bermain hati? Atau mungkin pernah jadi korbannya? Atau malah jadi aktor yang memainkannya?

Saya pikir dunia yang rasanya manis asem asin ini juga dilengkapi oleh mereka yang suka bermain hati. Entah mereka yang bermain secara blak-blakan atau mereka yang dengan lembut mengontrol permainannya.

Faktanya, tidak sedikit orang yang mengeluh dipermainkan. Banyak yang mengaku jadi korban. Bahkan bahayanya, ternyata juga ada kasus senjata makan tuan.

Meminjam istilah dari teman saya, katanya, bermain hati itu seperti menyelam bersama, tinggal menunggu siapa nanti yang akan tenggelam duluan. Tidak jarang orang yang niat memainkan hati justru tenggelam dan hanyut terlebih dahulu dalam perasaannya. Meski ada juga yang berhasil menakhlukkan korbanya. Seru? Saya rasa tidak. Keduanya sama-sama menyakitkan.

Bermain hati hanya teruntuk mereka yang belum dewasa memperlakukan cinta. Hanya untuk manusia yang tidak menghargai perasaan orang lain. Banyak yang setuju bahwa hati dan perasaan bukanlah permainan.

Apa ada kepuasan tersendiri membuat orang lain jatuh cinta dengan kita, lalu menyakitinya dan pergi dengan meninggalkan luka? Bagi seorang player, mungkin iya. Akan tetapi perbuatan itu tentu tidak bisa diterima.

Belajarlah untuk muak pada permainan yang mengatasnamakan cinta itu. Terlalu disayangkan bila keindahan sebuah cinta dinodai permainan hati. Bermain hati tidak akan membuat kita terlihat perkasa dan mempesona. Justru nantinya bisa menghadirkan citra buruk dalam diri sendiri. Kita pun akan menjadi orang yang tidak pernah menghargai kasih dan ketulusan.

Bermain hati bisa jadi bumerang. Berniat memainkan dan melukai seseorang, padahal kita sendiri juga bisa terluka olehnya. Bumerang itu juga bisa mencela diri sendiri. Menggoreskan luka dan kenangan pahit untuk kehidupan kita kedepannya, karena sejatinya setelah melukai orang lain, kita tidak akan merasa tenang dalam kehidupan.

Jadilah dewasa untuk cinta. Berhenti memainkan hati dan perasaan jika kita tidak ingin merasakan hal yang sama. Adanya cinta di dunia ini untuk menghadirkan bahagia, bukan luka.

Sumber gambar: deskbg.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Chelsea vs Barcelona Persaingan Beda Kelas So What

Chelsea vs Barcelona: Persaingan Beda Kelas? So What?

Mengenali Diri Sendiri Sebelum Sibuk Menerka Dunia

Mengenali Diri Sendiri Sebelum Sibuk Menerka Dunia