Mengupas Acara Berita Masa Kini Dalam Redaksiana Trans 7 uget uget
Sumber gambar: www.istockphoto.com
in

Mengupas Acara Berita Masa Kini Dalam Redaksiana Trans 7

UGETUGETSelain sinetron Indonesia, acara berita juga masih digemari oleh penonton setia televisi. Acara berita biasanya memiliki kesan yang ‘kaku’, namun berbeda dengan acara berita masa kini yang dikemas dalam Redaksiana Trans 7.

Acara Redaksiana Trans 7 yang memiliki segmen Sentilsana Sentilsini, Crimesiana, dan Susilasiana ini tayang setiap hari Senin sampai Jumat pukul 14.45. Saya juga merupakan salah satu orang penggemar acara ini. Mengapa? Karena beritanya disampaikan secara unik dan menggelitik. Tidak seperti acara berita pada umumnya yang memiliki kesan ‘kaku’.

Seperti yang kita ketahui pada umumnya berita-berita jurnalistik biasanya ditulis dan disampaikan sesuai dengan aturan yang cukup kaku. Misalnya, paragraf pembuka harus memuat 5W + 1H.

Selain itu juga harus menggunakan kata-kata yang baku. Kata-kata santai yang biasanya digunakan dalam sehari-hari seharusnya dihindari.

Dalam acara Redaksiana Trans 7 malah menggunakan kalimat sehari-hari. Atau malah dengan sapaan unik. Misalnya “wueladalah, gimana Jhon”.

Kita mengenal acara-acara berita pada umumnya seorang pembaca berita membacakan teks berita terlebih dahulu, setelah itu baru ditampilkan cuplikan liputannya.

Berbeda dengan acara berita Redaksiana Trans 7 yang menampilkan berita dengan cara lain. Acara Redaksiana ini menampilkan liputan berita sekaligus video-video yang menunjang isi berita tersebut.

Selain itu kata-kata yang digunakan pun memiliki gaya bahasa retoris yang enak didengar. Contohnya seperti ini.

Cowok playboy bilang katakan cinta dengan bunga

Bunga kembang supaya terkesan romantis

Bunga bank buat yang rada materialistis

Kalau kata demonstran di Surabaya ucapkan rasa dengan ular kobra

Ibarat seperti pantun yang memiliki sajak a-b-a-b, begitu pula dengan pemilihan diksi pada berita ini. Terkesan ada rasa estetikanya bukan?

Selain pemilihan diksi menggunakan gaya bahasa retoris, kalimat pembuka dalam acara ini pun juga menggelitik. Berbeda dengan acara berita pada umumnya yang biasanya menggunakan ragam bahasa formal, namun tidak dengan acara Redaksiana.

Contoh kalimat pembuka Redaksiana yang menurut saya sangat menggelitik seperti ini.

Wueladalah, apa kabar pemirsa?

Pemancing ikan pakai umpan

Pemancing hati pakai perasaan

Inilah redaksiana

Yang tak suka Anda dalam kesedihan

Bagaimana bagaimana? Kalimat pembuka yang asik kan? Tak heran jika acara berita ini dijuluki sebagai acara berita yang memiliki ciri khas yang unik.

Sumber gambar: www.istockphoto.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

makan ayam dengan sabun colek

Orang Greget : Makan Ayam Goreng Dengan Sabun Colek

Sindrom Putri Tidur Raisa Echa Bagai Kisah Di Negeri Dongeng uget uget

Sindrom Putri Tidur Raisa Echa Bagai Kisah Di Negeri Dongeng