Sumber gambar: woop.id
in

Berhenti Membandingkan Anak Sendiri dengan Anak Orang Lain Menjadi Langkah Awal Untuk Menghargai Prestasi Anak

UGET-UGET | Membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain nampaknya sudah menjadi hal umum bagi orang tua. Selalu ada saja orang tua yang kurang bersyukur dengan prestasi anaknya, sehingga selalu dibandingkan dengan anak tetangga.

Saya rasa setiap anak pasti pernah merasa bahwa orang tuanya membandingkan anaknya sendiri dengan anak orang lain. Padahal kita sebagai anak sudah berusaha semaksimal mungkin agar dapat membanggakan orang tua.

Namun, orang tua nampaknya masih kurang bersyukur dengan apa yang sudah dilakukan si anak. Ketika si anak sudah melakukan hal yang terbaik kemudian ada anak orang lain yang jauh lebih baik, orang tua terus membandingkannya agar bisa seperti anak tersebut.

Sumber gambar: woop.id

Membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain seharusnya tidak dilakukan oleh orang tua jika tidak ingin menyakit hati si anak. Yang bagaimana pun anak ya tetap anak. Masih kecil atau sudah dewasa memang tetap anak. Kalau terus-terusan dibandingkan dengan anak orang lain tentu si anak akan merasa sakit hati dan semakin tidak percaya diri dengan prestasinya, kelebihannya, maupun kemampuannya.

Sebagai orang tua sebaiknya mengerti bahwa tiap anak itu memiliki kelebihan atau prestasinya masing-masing. Tidak sepantasnya sebagai orang tua untuk membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain.

Meskipun orang tua tidak secara langsung membandingkan anaknya dengan orang lain, tetapi tentu saja si anak juga mengerti. Misalnya dengan contoh seperti ini.

“Wah itu si Roni masuk SMA favorit ya dek? Kalau dulu rajin belajar pasti juga bisa kayak Roni”.

Dari contoh tersebut secara tidak langsung orang tua kurang bersyukur dengan anaknya yang  masuk di sekolah biasa, bukan sekolah favorit. Padahal anaknya juga sangat berprestasi di sekolah tersebut. Nilainya bagus, sering ikut lomba dan dapat juara, serta akademiknya juga bagus.

Jika anak terus-terusan dibandingkan seperti ini tentu saja akan berakibat pada psikologisnya yang kurang baik. Si anak jadi tidak pede akan kemampuannya serta anak akan malas untuk maju karena prestasinya tidak dihargai orang tua.

Maka untuk calon orang tua, sebaiknya mengerti betul apa potensi si anak. Dukung terus sesuai dengan keinginannya. Jangan pernah untuk membandingkan si anak dengan anak lain karena pada dasarnya tiap anak memiliki prestasi masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Aloe Vera Menjadi Produk Skin Care yang Sedang Digandrungi Wanita Saat Ini

Aloe Vera Menjadi Produk Skin Care yang Sedang Digandrungi Wanita Saat Ini

Belgia dan Prancis Layak Untuk Partai Final Piala Dunia, Tetapi Inilah Yang Menjadi Pembeda

Belgia dan Prancis Layak Untuk Partai Final Piala Dunia, Tetapi Inilah Yang Menjadi Pembeda