Ingat Beda Racun, Beda Gejala, Beda Cara Memberikan Pertolongan Pertama pada Anak
Sumber gambar: firstaidertraining.org.uk
in

Ingat: Beda Racun, Beda Gejala, Beda Cara Memberikan Pertolongan Pertama pada Anak

UGET UGET – Keracunan sepertinya menjadi hal yang paling dikhawatirkan terjadi pada buah hati. Tingkahnya yang semakin aktif dan rasa tahu yang tinggi, kadang-kadang membuat anak memasukkan ke dalam mulut segala yang ada di sekitarnya. Dari situlah keracunan bermula.

Beda racun yang masuk, gejalanya pun akan berbeda, sehingga penanganan sebagai pertolongan pertama pada anak juga berbeda. Berikut tiga macam racun yang sering menimpa buah hati, beserta gejala dan cara penanganannya.

1. Keracunan Hidrokarbon

Hidrokarbon merupakan senyawa yang bersifat organik dan hanya terdiri dari zat hidrogen dan karbon. Senyawa ini bisa ditemukan dalam sulingan minyak bumi seperti minyak tanah, bensin, thinner, dan olahan minyak bumi lainnya.

Jika Anda menyimpan barang-barang ini di dalam rumah, sebaiknya ditaruh ditempat yang tidak mungkin dijangkau anak kecil. Sebab, jika sampai seorang anak menyentuh bahkan meminumnya, tentu berakibat fatal. Bagi kulit anak kecil yang masih rentan, bisa mengakibatkan peradangan dan memar. Jika sampai mengonsumsi, bisa berakibat pada penurunan kesaradan, mual, kejang, muntah, nyeri perut, dan diare.

Gejala pertama yang timbul akibat keracunan Hidrokarbon adalah pengerutan saluran pernafasan. Hal ini terlihat dari tanda batu dan napas yang pendek dari anak. Karena kekurangan oksigen, badannya akan membiru, bahkan sang anak bisa batuk darah.

Jika melihat tanda-tanda tersebut, pertolongan pertama yang harus Anda lakukan adalah sebisa mungkin membuat anak tersebut muntah, agar zat yang beracun tersebut keluar. Caranya dengan menekan tekak di pangkal tenggorokan. Lakukan dengan lembut, agar anak Anda tidak merasa kesakitan.

Selanjutnya berikan obat anti racun. Beberapa obat anti racun telah dijual di apotek, salah satunya pil norit. Pemakaiannya tergantung berapa banyak racun yang diminum oleh sang anak. Lantas biarkan anak Anda untuk bernafas lega agar kekurangan oksigen tadi bisa diatasi.

2. Keracunan Insektisida

Senyawa insektisida adalah racun yang sering digunakan untuk membunuh serangga, seperti semprot anti nyamuk. Usahakan, ketika Anda menyemprot ruang tidur, jangan sampai sang anak segera masuk kamar setelah disemprot. Tunggulah sampai senyawa insektisida tersebut betul-betul menguap dan tidak membahayakan.

Namun jika sampai terkena racun insektisida, biasanya racun masuk melalui pembuluh. Gejalanya pun sama dengan keracunan hidrokarbon, yakni mual-mual, nyeri perut, muntah, dan diare. Pertolongan pertama untuk jenis racun ini pun sama. Selain, setelah sang anak muntah, diberikan pil anti racun, dan dibiarkan bernafas dengan lega, Anda sebaiknya memandikan sang anak agar sisa-sisa racun yang menempel di kulit bisa hilang.

3. Keracunan Makanan

Perlu dipahami, bahwa dalam beberapa hal pun makanan bisa mengandung racun yang membahayakan kesehatan. Sehingga harus berhati-hati, jangan sampai anak Anda mengonsumsi beberapa makanan yang mengandung racun.

Zat kimia yang dihasilkan oleh suatu makanan kadang-kadang tidak cocok untuk seseorang, meski cocok untuk orang lain. Keracunan zat kimia ini sangat sulit diidentifikasi, sebab tak ada yang tahu betul tentang ketidakcocokan pada makanan, kecuali jika telah mendapat bimbingan dokter.

Makanan yang juga mengandung zat berbahaya adalah makanan yang basi dan kadaluarsa. Secara otomatis kandungan makanan kadaluarsa membahayakan. Begitu juga dengan makanan yang terkontaminasi bakteri berbahaya pada saat produksi, serta makanan yang berpengawet dan mengandung zat kimia yang ilegal.

Gejala yang umum terlihat dari anak yang keracunan makanan adalah mengeluarkan keringat tanpa sebab, matanya menonjol dan bola mata menjadi besar, begitu juga dengan kulit yang membiru.

Untuk penanganan awal, usahakan sirkulasi udara berjalan dengan membuka bajunya. Setelah bisa muntah dan meminum obat anti racun, meminum air kelapa akan menetralisir racun yang masih tersisa di dalam tubuh.

Sumber gambar: firstaidertraining.org.uk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pria Ini Menikah Dengan Dirinya Sendiri, Gimana Mblo?

Pria Ini Menikah Dengan Dirinya Sendiri, Gimana Mblo?

Menikmati Coto Makassar Rasa Jogja

Menikmati Coto Makassar Rasa Jogja