Menanggapi Indonesia Bebas Budaya Pacaran 2024
Sumber gambar: www.mohamadmafaza.me
in

Menanggapi Indonesia Bebas Budaya Pacaran 2024

UGET UGET – Gaya pacaran anak zaman sekarang sudah jauh berbeda dengan anak muda di era beberapa tahun silam. Bisa dikatakan gaya pacaran mereka sudah jauh lebih berani, dan tak sesuai umurnya. Karenanya hal ini memicu kekhawatiran, termasuk orang tua, keluarga, guru, komunitas, dan pihak lain yang punya kepedulian pada masa depan anak-anak. Termasuk pada Minggu (15/4) kemarin, La Ode Munafar, makin santer menyuarakan gerakan Indonesia Tanpa Pacaran (ITP).

Sebenarnya gerakan ITP ini sudah digagas oleh Munafar sejak September 2015. Dilansir idntimes.com (17/4), komunitas ini terbentuk berawal dari kekhawatiran mereka melihat pemuda masa kini yang rusak akibat pacaran dan pergaulan bebas. Karenanya Munafar dan kawan-kawan menargetkan Indonesia terbebas dari budaya pacaran di tahun 2024.

Sejauh ini gerakan ITP melakukan sosialisasinya secara masif lewat media sosial, seperti Instagram, Line, dan Facebook. Mereka sepakat bahwa pernikahan muda banyak dilakukan karena “kecelakaan”, atau hamil di luar nikah, atau akrab pula dengan sebutan married by accident (MBA).

Munafar melihat sejauh ini jarang sekali pernikahan muda dilakukan karena kesiapan. Melainkan pernikahan dini terjadi karena ada suatu kesalahan, atau aib yang harus segera ditutupi. Sungguh sangat disayangkan memang. Apalagi mengingat, masa depan bangsa ada di tangan mereka.

Dalam gerakan ini, Munafar nampaknya ingin mengembalikan kembali esensi nikah muda dengan benar. Menikah muda menurutnya, adalah tak hanya sekadar matang secara biologis, melainkan juga matang secara psikologis. Sehingga jangan salah sangka dulu maksud dari gerakan ini guys.

Awalnya saya juga agak kaget ketika mengetahui target gerakan ini yang adalah ingin mewujudkan Indonesia Bebas Budaya Pacaran Tahun 2024. Bagaimana tidak, pacaran tetaplah penting untuk mengenal lebih dalam satu sama lain sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Kalau bebas budaya pacaran, jelas ini tak bisa dipukul rata untuk semua orang.

Apalagi ada banyak kemungkinan kegagalan hubungan akibat tak mengenal baik pasangannya. Jelas ini akan menimbulkan gejolak. Karenanya biar bagaimana pun, pacaran tetap penting. Hanya saja di sini kita semua perlu berupaya mempertegas kembali, mengenai batasan umur seseorang boleh pacaran. Misalnya saja pacaran diperbolehkan ketika seseorang sudah berusia minimal 18 tahun.

Sumber gambar: www.mohamadmafaza.me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Mohamed Ayyash, Seorang Anak dengan Kisah Haru di Balik Topeng Bawangnya

Mohamed Ayyash, Seorang Anak dengan Kisah Haru di Balik Topeng Bawangnya

Terlalu Banyak Simpan Rahasia Berbahaya Buat Kesehatanmu

Terlalu Banyak Simpan Rahasia Berbahaya Buat Kesehatanmu