Bau Ketek? Coba Tips Dan Trik Ini
Sumber gambar: kbeautynow.com
in

Bau Ketek? Coba Tips Dan Trik Ini

UGET UGET – Masalah bau ketek tentu sangat mengganggu keseharianmu. Untuk kamu yang menghabiskan banyak waktu di ruangan panas, produksi bubur ketiak (burket) yang berlebihan jelas mengganggu penampilanmu. Apalagi saat harus menerima kenyataan bahwa ketiakmu memiliki bau yang tak sedap. Deodoran tentu menjadi solusi andalan yang cepat dan praktis.

Produk deodoran terus berkembang. Dari yang dulunya tidak mudah diserap kulit ketiak, atau yang kurang ampuh menghilangkan bau ketiak hingga 24 jam, atau produk deodoran yang tidak berpengaruh besar kurangi produksi keringat berlebihan juga masalah noda kuning. Namun, seiring perkembangan zaman, deodoran semakin menyulap dirinya sebagai produk andalan multifungsi yang ampuh tangani berbagai permasalahan ketiak.

Seiring dengan itu pula, berbagai penelitian mengecam dampak negatif deodoran. Bahkan Swiss dengan tegas menyatakan larangan garam alumunium pada deodoran. Pada bulan September 2016, Andre Pascal Sappino dan timnya dari University of Geneva, di Swiss menemukan fakta bahwa kandungan garam aluminium yang ada di dalam deodoran ternyata memicu pertumbuhan tumor pada payudara.

Mulanya fakta ini didapatkan dengan mengujicobakan tikus yang dipaparkan garam aluminium. Tujuannya untuk mengetahui dampak penggunaannya. Ternyata hasilnya, dalam jangka panjang paparan garam aluminium tersebut dapat menyebabkan penyebaran tumor pada tubuh tikus. Bahkan, jika garam aluminium ini disuntikkan ke tubuh tikus, tumor berubah menjadi sangat agresif.

Penemuan ini tentu membuat gempar dan menimbulkan kekhawatiran banyak pihak. Hingga akhirnya, Swiss National Council menyepakati usulan undang-undang untuk melarang penggunaan garam aluminium pada produk deodoran. Usulan ini dilanjutkan Lisa Mazzone ke parlemen Swiss pada 5 Mei kemarin.

Dilansir Detik.com, usulan undang-undang itu berhasil mengantongi 126 suara, jauh lebih banyak dari target suara yang dibutuhkan, yakni 58 suara. Menurut mereka, penemuan tersebut sudah cukup untuk dijadikan “bukti yang memadai’ untuk meragukan keamanan garam aluminium.

Setelah saya cek kembali, sebagian besar produk deodoran memang mengandung bahan berbahaya ini. Sebutlah produk-produk deodoran yang bermerek sekalipun. Produk deodoran yang saya pakai pun juga mengandung Aluminum Chlorohydrate. Garam alumunium memang dinilai mampu menghilangkan aroma tidak sedap sekaligus menghambat produksi kelenjar keringat pada ketiak.

Dalam penelitian tersebut pula, disebutkan bahwa paparan garam aluminium mampu menciptakan sejenis efek estrogen yang dianggap sebagai pemicu kanker. Waduh ngeri ya.

Menurut saya, keputusan yang dilakukan parlemen Swiss sudah sepatutnya. Pemerintah memang harus tegas menghentikan peredaran produk yang dapat membahayakan kesehatan masyarakatnya. Pemerintah harus memanfaatkan kekuatan dan kekuasaannya dengan mengukuhkan larangan dalam sebuah kebijakan. Namun tentunya untuk sesuatu yang sifatnya positif ya. Apalagi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Swiss tercatat paling tinggi di dunia di tahun 2017 ini.

Peluang ini bisa dipandang sebagai sesuatu yang baik, salah satunya untuk meningkatkan kesehatan masyarakatnya. Pun, lebih khususnya dapat menekan risiko kanker payudara. Dan tahukah kamu? Nilai kepercayaan tersebut juga sama tingginya dengan Indonesia untuk masa pemerintahan Jokowi-JK ini loh. Artinya, saat ini Pemerintah memegang andil besar. Sekiranya Pemerintah Indonesia juga menaruh kepedulian terhadap hal yang mungkin terlihat remeh temeh semacam ini.

Di samping itu, saya juga pernah melakukan kampanye terkait penggunaan deodoran untuk mata kuliah Komunikasi Lingkungan. Dengan jargon Nipis Deo, saya bersama kelompok berusaha mengurangi dampak deodoran pada pemanasan global dan efek rumah kaca. Caranya dengan mempersuasi orang agar mensubstitusi deodoran dengan jeruk nipis.

Jangan sepele kan jeruk nipis guys, sebab saya pun pernah mencoba mengaplikasikannya. Ternyata, manfaatnya luar biasa membuat ketiak tidak berbau. Jeruk nipis juga lebih ringan dipakai. Selain itu, jeruk nipis telah terbukti bisa memutihkan ketiak loh. Nah sudah tahu kan beberapa manfaat jeruk nipis? Setidaknya, cobalah beralih pada bahan yang lebih alami. Saya percaya, ini hanya membutuhkan pembiasaan untuk sepenuhnya meninggalkan deodoran beralumunium.

Sumber gambar: kbeautynow.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Siapa Jodoh Saya? Ini Penghambat Jodohmu Datang

Siapa Jodoh Saya? Ini Penghambat Jodohmu Datang

Derby della Madonnina: Kemenangan Milan yang Diiringi Tangisan

Derby della Madonnina: Kemenangan Milan yang Diiringi Tangisan