Banjir bandang di Yogyakarta: Musibah Membawa Berkah
Sumber gambar: www.merdeka.com
in

Banjir bandang di Yogyakarta: Musibah Membawa Berkah

UGET UGET – Banjir bandang di Yogyakarta pada hari Selasa, 28 November 2017 membawa berkah bagi sebagian masyakat karena dimanfaatkan untuk memancing ikan. Puluhan mungkin hingga ribuan ikan dari empang milik salah satu warga dipancing dan dijaring. Masyarakat pun terlihat antusias dan senang mendapatkan banyak ikan-ikan gratis.

Siapa sangka jika hari itu terjadi banjir hingga air di sungai dan beberapa tempat perikanan meluap. Akibatnya, air memasuki pemukiman warga dan badan jalan.

Tak heran jika ikan-ikan secara gratis diambil oleh sebagian masayarakat. Pemiliknya pun tak bisa berbuat banyak. Ia hanya pasrah. Mungkin dengan cara inilah si pemilik bersedekah.

Kalau bicara untung dan rugi sudah jelas si pemilik sangat rugi, sedangkan warga yang memanfaatkannya merasa sangat untung.

Misalnya, satu orang memiliki lima kolam ikan dengan jumlah ikan di dalam satu kolam adalah seratus ekor. Seratus ekor dikalikan lima kolam sama dengan lima ratus ekor ikan. Apabila satu ekor ikan dibandrol dengan harga Rp10.000, kerugian yang ditanggung si pemilik adalah Rp5.000.000,00.

Itu hanya perkiraan kerugian yang ditanggung saja. Pada kenyataannya, tentu akan lebih banyak jumlah kerugiannya. Mengingat di dalam satu kolam ikan pasti terdapat lebih dari seratus ekor. Tapi, tergantung besar kecilnya kolam.

Jika dilihat dari si pemiliknya akan mencapai kira-kira sejumlah itu kerugiannya. Nah, kalau dilihat dari masyarakatnya yang memanfaatkan banjir bandang ini sangat menguntungkan. Beberapa warga antusias menangkap ikan-ikan, baik menggunakan alat pancing atau jaring.

Ikan-ikan yang diperoleh bervariasi. Mulai dari ikan yang berukuran kecil hingga besar. Ada ikan koi, gurameh, nila, dan sebagainya.

Seperti yang terjadi di beberapa tempat di Yogyakarta, tepatnya di Karangturi, Baturetno, Banguntapan, Bantul, hujan deras mengakibatkan banjir di tempat perikanan hingga akhirnya beberapa warga memanfaatkannya untuk memancing di sana.

Akhirnya, tempat itu dipenuhi ramai warga untuk memancing gratis. Saya kira di sana terjadi musibah akibat banjir, tapi ternyata justru banjir membawa berkah.

Peristiwa banjir bandang di Yogyakarta sebenarnya bisa dipandang secara positif. Kenyataan banyaknya warga yang menangkap ikan secara gratis adalah salah satu contoh bagaimana kita harus mensyukuri setiap musibah yang terjadi.

Masih banyak hal yang bisa kita lakukan dan salah satunya seperti yang dilakukan oleh warga Karangturi tersebut. Saya rasa tidak hanya terjadi di Karangturi, tetapi juga terjadi di berbagai tempat.

Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat DIY dan daerah mana pun yang dilanda banjir bandang untuk bersyukur. Ada hikmah yang diberikan Tuhan dalam musibah apapun. Tidak ada musibah yang tidak membawa berkah. Semua musibah membawa berkah.

Sumber gambar: www.merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Permainan Sepak Bola dan Voli Tetap Jalan, Meski Banjir Menghadang

Permainan Sepak Bola dan Voli Tetap Jalan, Meski Banjir Menghadang

Pentingnya Menjadi Pribadi Resilien dan Pemaaf Bagi Penderita Odapus

Pentingnya Menjadi Pribadi Resilien dan Pemaaf Bagi Penderita Odapus