Stop Terbangkan Balon Pada Acara Seremonial
Sumber gambar: www.jabarprov.go.id
in

Stop Terbangkan Balon Pada Acara Seremonial

UGET UGET – Prosesi pelepasan balon ke udara sudah menjadi tradisi khas dalam acara seremonial. Balon menjadi alternatif lain dari pelepasan burung merpati. Harganya yang murah dan mudah mendapatkannya, serta kemampuannya untuk menyemarakkan acara, membuat balon menjadi pilihan. Namun tahukah kamu, hal simpel seperti ini ternyata berdampak pada pencemaran laut. Pertanyaannya, masih relevankah melepaskan balon ke udara sebagai simbolisasi peresmian produk?

Balon yang dapat terbang biasanya diisi dengan gas nitrogen. Balon-balon itu akan terbang ke udara hingga mencapai titik tertingginya. Namun tahukah kamu apa yang terjadi pada balon-balon itu? Balon itu akan terbawa angin hingga pecah dan jatuh. Entah jatuh di darat maupun di laut. Nantinya pecahan balon itu hanya akan menjadi sampah.

Mengingat balon terbuat dari bahan karet yang sulit untuk diurai, maka baik itu di darat maupun di laut, limbah balon berbahaya bagi lingkungan. Dapat dikatakan dengan tegas bahwa prosesi pelepasan balon menyumbang pencemaran lingkungan. Meskipun simpel dan sering kali tak disadari, sepatutnya kita mulai menaruh keprihatinan akan hal ini.

Masalah ini sudah seharusnya menjadi keprihatinan bersama. Sebab faktanya telah dibuktikan pula dalam sebuah survei yang dilakukan oleh U.S. Fish and Wildlife Service. Mereka menemukan ratusan balon yang berada di sekitar laut maupun bibir pantai. Mereka juga mengungkapkan fakta, bahwa beberapa hewan memakan sampah balon itu.

Banyak sekali pemberitaan yang membuat saya menyimpulkan bahwa masalah sampah balon ini amat meresahkan. Terutama karena membahayakan bagi biota-biota yang hidup di laut. Selain itu, banyak pula kasus burung yang terjerat sampah balon hingga kesulitan terbang dan mencari makan. Sungguh tragis mendengar pemberitaan semacam ini.

Banyak pemberitaan menyebutkan bahwa warna balon yang makin memudar sering kali membuat biota laut mengiranya sebagai makanan, sebab bentuknya yang mirip ubur-ubur. Sampah balon itu akan terombang-ambing di laut lepas. Dan faktanya hewan laut seperti ikan, penyu, lumba-lumba, hingga burung yang berada di pesisir pantai terkecoh dan mengira itu makanan.

Bahayanya, balon yang termakan itu dapat menyumbat organ pencernaan mereka. Sehingga akhirnya membuat banyak biota laut mati. Apabila sampah balon dibiarkan terus menerus seperti ini, sama saja kita membunuh perlahan hewan-hewan laut.

Maka penting untuk memunculkan kesadaran untuk tidak menerbangkan balon sembarangan. Ada baiknya dalam seremoni, balon tidak diterbangkan. Setelah acara usai, kumpulkan kembali sampah balon dan buang pada tempatnya. Atau baik pula membiarkan saja balon-balon itu menghiasi sudut ruangan.

Sumber gambar: www.jabarprov.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Lagu 90an yang Wajib Kalian Dengarkan

Lagu 90an yang Wajib Kalian Dengarkan

Sudah Sangat Lapar, Akhirnya Inter Milan Buka Puasa

Sudah Sangat Lapar, Akhirnya Inter Milan Buka Puasa