Tim Dewaruci Mahasiswa ITB Kembangkan Bakteri Limbah Domestik Pengikis Sampah Plastik Sscherichia Coli Yang Solutif
Sumber gambar: all-free-download.com
in

Tim Dewaruci Mahasiswa ITB Kembangkan Bakteri Limbah Domestik Pengikis Sampah Plastik Sscherichia Coli Yang Solutif

UGET UGET – Plastik menjadi material yang tahan korosi, tahan basah, ringan, dan cukup murah, karenanya banyak orang yang memilih menggunakannya dalam berbagai hal. Ironisnya, penggunaan plastik membuat menumpuknya limbah plastik. Sulitnya plastik untuk diurai memunculkan masalah baru bagi lingkungan. Namun ide dari sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mampu menjadi solusi atas masalah ini, yaitu mengembangkan bakteri limbah domestik.

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Tim Dewaruci mengembangkan bakteri pengikis botol plastik. Bakteri tersebut diberi nama bakteri Dewaruci sesuai nama tim mereka.

Mereka telah berhasil merekayasa bakteri Sscherichia Coli agar dapat mengenali keberadaan sampah plastik hingga kemudian mengikisnya. Mereka telah melakukan uji coba dan hasilnya dalam 3-4 hari bakteri akan mendegradasi botol plastik. Waktu yang cukup singkat bukan?

Penumpukan sampah plastik memang semakin merugikan masyarakat. Penguraian oleh tanah butuh waktu yang cukup lama, ribuan bahkan hingga jutaan tahun lamanya. Proses daur ulang pun saya rasa kurang mampu mengentaskan problema ini. Penambahan jumlah limbah plastik sejauh ini tetap tidak dapat diimbangi dengan upaya masyarakat dalam mendaur ulang sampah plastik.

Dilansir indozone.id, menurut Ketua Tim, Malvin Nathanael, untuk membuat bakteri ini, mereka memasukkan beberapa gen makhluk hidup lain. Rekayasa dimulai dengan membuat bakteri mengenali keberadaan sampah plastik terlebih dahulu, kemudian mengikisnya.

“Kami sudah berhasil mencoba menempelkan bakteri ke botol minuman plastik. Hasilnya memang dalam waktu 3-4 hari, bakteri mulai mendegradasi botol plastik itu,” ujar Malvin dilansir indozone.id.

Dilansir Okezone, dari berbagai bahan botol plastik, bakteri dewaruci mampu mengikis bahan polyethylene terephthalate (PET). Melalui inovasi ini, tim mereka berhasil meraih medali perunggu dalam program bergengsi International Genetically Enginereed Machine (iGEM) di ajang Giant Jamboree 2017 yang terlaksana di Hynes Convention Center, Boston, Amerika Serikat.

Sebelum ini, kita bisa menengok kembali upaya penyelesaian masalah limbah plastik yang masih belum menemukan titik terangnya. Coba saja kita lihat, selama ini Pemerintah belum mampu menyelesaikan masalah ini. Peraturan kantong plastik berbayar hanya dijalankan sebentar saja. Pun harga per kantong yang hanya dihargai Rp 200 perak terkesan tanggung dalam menghadapi masalah seserius ini.

Pemerintah juga telah menghimbau masyarakat untuk menstubtitusi penggunaan kantong plastik dengan tas berbahan kain. Namun tetap saja, kantong plastik masih menjadi andalan masyarakat. Begitu pula dengan hasil daur ulang plastik menjadi aneka tas, tempat pensil, dompet, bantal, dan lain sebagainya masih dipandang sebelah mata. Imej daur ulang masih belum mendapat nama di pasaran. Masyarakat masih banyak yang enggan membelinya.

Ide anak bangsa ini sekiranya menjadi solusi akademis yang solutif untuk mengatasi masalah sampah plastik. Meskipun bakteri Dewaruci telah mampu mendegradasi plastik, namun ada baiknya masyarakat tetap mengurangi penggunaan plastik. Plastik bisa digunakan berkali-kali, tidak perlu sekali buang. Sehingga penggunaannya tidak akan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan.

Sumber gambar: all-free-download.com

https://www.youtube.com/watch?v=dy6pPvW2sGA

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Tips dan Trik Berkendara Yang Aman Dilihat Dari Sisi Kecantikan

Tips dan Trik Berkendara Yang Aman Dilihat Dari Sisi Kecantikan

Serba Serbi Makanan dan Minuman Kekininan yang Wajib Kamu Coba

Serba Serbi Makanan dan Minuman Kekininan yang Wajib Kamu Coba