uget uget - mat solar bajaj bajuri
Sumber gambar: www.globalbajaj.com
in

Bajaj Bajuri Tanpa Emak: Terasa Sepi

UGETUGET – Baru nonton beberapa episode Bajaj Bajuri, saya sudah kesel banget sama karakter Emak. Pokoknya, di antara tokoh-tokoh lain yang nggak kalah absurd, tokoh Emak tetap yang paling ngeselin.

Emak adalah mertua idaman bagi laki-laki mandiri. Cerewet, serakah, mata duitan, semau sendiri, dan yang paling penting adalah selalu berprasangka buruk. Memiliki mertua seperti Emak adalah cita-cita semua orang yang keseleo syarafnya.

Tapi, ternyata kehadirannya begitu penting dalam Bajaj Bajuri. Emak adalah unsur paling penting untukk menciptakan suatu komedi secara alami. Kalau tidak ada Emak, komedi yang disuguhkan terasa hambar. Walaupun ada beberapa adegan yang coba menghadirkan efek komedi, tetap saja kelucuan yang hadir kurang natural.

Secara lahiriah, Emak diciptakan untuk menjadikan Bajaj Bajuri sebagai serial komedi. Sebab, kalau tidak ada Emak, serial ini tinggal menjadi serial keluarga yang biasa.

Karakternya yang sembrono dan semau gue adalah ruh yang mengundang tawa penonton. Setiap adegan yang melibatkan Emak senantiasa membuat perut mules. Antara jengkel, heran, dan lucu.

Betapa sialnya nasib Bajuri, punya istri rada kurang, dan mertua yang menyebalkan seperti Emak. Betapa sabarnya laki-laki macam Bajuri itu. Akan tetapi ia bukanlah menantu idaman. Sebab penghasilannya yang pas-pasan sebagai supir bajaj hanya mampu memberikan kehidupan yang sederhana untuk keluarganya.

Mungkin kalau Bajuri hidup di zaman purbakala, bisa jadi ia adalah menantu idaman. Akan tetapi kalau hidup di zaman yang serba duit macam sekarang, ia adalah laki-laki yang pantang untuk diambil menantu.

Hal itulah yang menyebabkan Bajuri bekerja keras untuk mendapat uang sebanyak-banyaknya. Menjadi sopir bajaj sudah tentu tidak akan banyak mengubah nasib. Oleh karenanya, dalam episode Bajuri Fried Chicken, Bajuri mencoba peruntungannya di bidang usaha lain.

Usaha yang dilakukan dengan modal pinjaman dari Mansur (orang Arab yang namanya punya banyak bini). Mansur memberi Bajuri modal sekaligus untuk memperbaiki bajajnya. Pun pada kenyataannya karakter orang Arab dengan stigma buruknya dimunculkan dalam episode kali ini.

Akan tetapi episode Bajaj Bajuri kali ini jadi sedikit membosankan tanpa kehadiran Emak. Karena, tidak ada karakter yang songong cum sembrono, yang biasanya selalu menghiasi setiap episode Bajaj Bajuri.

Pun demikian Bajaj Bajuri tetap mampu hadir dengan ceritanya yang natural. Bahwa Bajuri akhirnya memutuskan berhenti berjualan Fried Chicken bukan karena gagal dalam penjualan, akan tetapi karena lahirnya kesadaran bahwa semua pekerjaan sama untungnya.

Semua bergantung pada niat. Bahwa Bajuri dapat meraup penghasilan di atas lima puluh ribu sehari dengan berjualan Fried Chicken, itu karena ia bekerja satu hari satu malam. Sedangkan waktu menjadi sopir bajaj, ia mendapat dua puluh lima ribu rupiah dalam setengah hari, dengan beberapa kali pulang ke rumah. Dan pastinya tidak capek dan kepanasan.

Sumber gambar: www.globalbajaj.com

Permadi Suntama

Written by Permadi Suntama

Pengamat sepakbola Jepang. Sering nonton bola lewat live score.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

uget uget - Pertandingan Terakhir Totti: Tangis Tumpah di Roma

Pertandingan Terakhir Totti: Tangis Tumpah di Roma

uget uget - Aku Benci Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono

Aku Benci Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono