Bahasa Asing Bisa Dipelajari Lewat Media Sosial Lho
Sumber gambar: www.maxmanroe.com
in

Bahasa Asing Bisa Dipelajari Lewat Media Sosial Lho

UGETUGET – Media sosial yang biasanya hanya digunakan sebagai tempat curhat atau berbagi foto ternyata dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar bahasa asing. Hal ini menarik mengingat sering kali orang berpikir bahwa menggunakan media sosial hanya buang-buang waktu saja.

Media sosial yang merupakan bagian dari internet sudah sewajarnya digunakan secara bijak, agar orang lain tidak selalu berpikir bahwa keberadaan internet hanya merusak moral saja.

Internet bukanlah sesuatu yang asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan, hasil survei yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bulan November 2016 menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai 132,7 juta orang, atau 51,8% dari total jumlah penduduk di Indonesia.

Dari jumah tersebut, sebanyak 129,2 juta orang mengaku menggunakan internet untuk mengakses media sosial. Itu berarti lebih dari setengah masyarakat Indonesia telah bersinggungan langsung dengan media sosial.

Banyak pendapat mengatakan bahwa media sosial berpengaruh negatif terhadap penggunanya. Bahkan masyarakat juga beranggapan bahwa media sosial tersebut mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat.

Dari sudut pandang psikologi, media sosial juga dapat memengaruhi kejiwaan seseorang. Misalnya, karena perdebatan atau komentar negatif dalam sebuah status yang diunggah di media sosial. Namun, media sosial tentu hadir bukan hanya membawa dampak negatifnya saja.

Media sosial dapat memberikan banyak manfaat jika penggunanya dapat memaksimalkan penggunaan media sosial tersebut dan mengarahkannya kepada hal-hal yang positif.

Media sosial merupakan salah satu sarana penyebaran informasi sehingga informasi tersebut menjadi lebih mudah dan cepat diperoleh masyarakat. Banyak situs di internet yang menyebarkan ringkasan berita serta update terbaru mengenai situs tersebut melalui media sosial, misalnya pada fanpage mereka di Facebook.

Pengguna Facebook dapat membaca headline berita melalui posting-an suatu fanpage sebelum pada akhirnya membaca berita lengkap pada link yang juga di-posting dalam fanpage tersebut. Hal itulah yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya para pengguna Facebook dalam memanfaatkan internet secara positif. Dalam hal ini untuk memperoleh berita dan informasi tentang pengetahuan umum.

Salah satu media sosial, Facebook, akhir-akhir ini banyak disoroti sisi negatifnya. Hal tersebut tidak dapat disangkal mengingat memang terdapat sisi negatif yang ditimbulkan. Namun, bukan berarti sisi negatif tersebut mengubur semua sisi positif dari keberadaan media sosial tersebut.
Salah satu alasan mengapa Facebook harus dapat diambil manfaatnya secara positif adalah keberadaanya yang sangat membantu dalam hal mempelajari pengetahuan umum.

Facebook sebagai media sosial terpopuler di dunia seakan sudah menjadi miniatur dunia itu sendiri. Hal tersebut harus mampu dimanfaatkan dalam proses belajar memahami pengetahuan umum yang ada di dunia, termasuk bahasa-bahasanya.

Bagi pengguna Facebook yang tertarik untuk belajar bahasa asing, dapat mengakses berita-berita dari fanpage media luar negeri. Ini dapat menjadi langkah awal untuk belajar bahasa sekaligus dapat memperkaya pengetahuan umum dengan memperoleh informasi secara lebih cepat. Mengingat akan lebih memakan waktu lama jika menunggu berita tersebut diterjemahkan oleh media di Indonesia.

Agaknya sudah banyak pengguna media sosial yang menggunakan langkah tersebut, karena berdasarkan survei APJII tahun 2016 konten berita yang paling sering dikunjungi adalah berita mancanegara, yaitu 20,6% dari total pengguna internet atau sebanyak 27,3 juta pengguna.

Akan tetapi, ada acara lain yang lebih membantu proses belajar bahasa asing di Facebook jika cara belajar menerjemahkan bahasa dalam berita tersebut dianggap sulit dan ingin belajar lebih mengenai tata bahasa.

Pengguna Facebook dapat mencari fanpage atau grup yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa. Fanpage atau grup tersebut dapat berbahasa Indonesia atau pun berbahasa asing.

Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat dua fanpages yang terverifikasi oleh Facebook dan secara rutin mem-posting materi-materi pelajaran bahasa Inggris hingga saai ini. Kedua fanpages tersebut adalah BBC Learning English dan Learn English. Fanpages tersebut dapat membantu pengguna Facebook untuk mengenai bahasa Inggris.

Dari situlah dapat dilihat bahwa Facebook yang selama ini hanya dipandang sebagai tempat membuang-buang waktu sebenarnya juga dapat menjadi sarana belajar pengetahuan umum, termasuk memudahkan belajar Bahasa Inggris secara otodidak.

Tidak hanya Bahasa Inggris, bahasa lain seperti bahasa Turki dan Jerman juga dapat dipelajari melalui Facebook. Bahkan, terdapat pula suatu grup belajar bahasa asing yang di dalamnya terdapat penutur asli dari bahasa yang diajarkan dalam grup tersebut. Penutur asli tersebut membantu pengguna Facebook lain yang ingin berlatih berbicara bahasa asing yang telah dipelajarinya.

Pendek kata, banyak layanan di Facebook yang dapat membantu penggunanya yang benar-benar ingin belajar bahasa.

Untuk itu, sudah selayaknya pengguna dapat memanfaatkan media sosial khususnya Facebook, secara bijak. Pengguna harus sadar terhadap dampak negatif. Namun, harus dapat memaksimalkan dampak positifnya juga. Hal tersebut dikarenakan media sosial hadir dengan memberi banyak kemudahan bagi penggunanya.

Salah satunya kemudahan dalam belajar mengenai pengetahuan umum, termasuk bahasa-bahasa di dunia.

Ketika orang lain menggunakan Facebook hanya untuk mem-posting hal-hal yang tidak jelas, maka jadilah berbeda dengan menggunakan Facebook secara cerdas untuk memperoleh pengetahuan yang berkualitas.

Sumber gambar: www.maxmanroe.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Tahukah Anda Jika Toko Besi tapi Tidak Jual besi?

Tahukah Anda Jika Ada Toko Besi Tapi Tidak Jual Besi?

isyana sarasvati pakai anting bulu 2

Isyana Sarasvati Pakai Anting Bulu, Imut Banget Deh