Awas! Kamera DSLR Bisa Mati Gara-Gara Ini
Sumber gambar: www.belilaptopsecond.com
in

Awas! Kamera DSLR Bisa Mati Gara-Gara Ini

UGET UGET – Pernahkah kamu mengira bahwa kartu memori yang tidak tepat bisa mematikan kamera DSLR? Faktanya memang begitu, saya pernah hampir mengalami bencana itu. Ketika merekam video dengan kamera DSLR, tiba-tiba rekaman berhenti di tengah jalan. Kamera tidak lagi merekam kemudian saya mencoba untuk menghubungkan kamera dengan komputer. Bermaksud ingin memindah data dari kamera ke komputer. Tapi ternyata, kamera menolak untuk memberikan datanya malah diam seribu bahasa. Kamera tidak bereaksi apa-apa alias mati.

Tentu saja saya panik, karena belum ada pengalaman dengan kamera DSLR. Saya mengira, kamera DSLR layaknya sebuah komputer. Memiliki prosesor, papan utama, memori dan lain-lain. Seharusnya perlakuannya juga sama, tetapi ada suatu kasus yang membedakannya, yaitu penggunaan memori yang tidak tepat akan merusak kamera secara keseluruhan.

Saya coba untuk menghidupkan kembali, setelah terlebih dahulu mencopot slot memori dari kamera. Dan ternyata DSLR kesayangan saya hidup kembali, kemudian memberikan peringatan bahwa tidak ada kartu memori di dalamnya. Saya lega sekali, bagi saya kamera ini cukup mahal. Saya berpikir, Apakah hanya karena memori bisa menyebabkan sebuah mesin yang cukup kokoh bisa hancur?

Sepertinya tidak masuk akal, kemudian menjadi masuk akal ketika saya mendengar penjelasan dari sebuah video YouTube. Seharusnya kamera memiliki memori khusus, yaitu SDHC yang bentuknya lebih besar daripada micro SD. Micro SD biasanya digunakan untuk smartphone ataupun Action Cam, bukan digunakan pada kamera DSLR.

Ukuran slot memori pada kamera DSLR jauh lebih besar dibandingkan micro SD, itu berarti kamera harus menggunakan memori dengan jenis SDHC. Sebenarnya jenis memori micro SD bisa digunakan pada kamera DSLR, yaitu menggunakan jenis adapter, yang mana ukuran adapter ini seperti SDHC. Tetapi itu bukanlah SDHC murni. Dan itu pula yang menyebabkan kamera mati.

Lebih jauh lagi, penyebabnya adalah jumlah pin yang dimiliki oleh adapter micro SD tidak sesuai dengan jumlah PIN yang dimiliki oleh SDHC. Tentu saja ketidak sesuaian jumlah PIN ini akan merusak bagian dalam slot memori kamera DLSR. Jadi saran yang masuk akal adalah dengan mengganti memori micro SD dengan SDHC. Memang, jenis memori micro SD lebih murah dibandingkan memory SDHC. Bahkan di rumah saya memiliki lebih dari 4 keping memori micro SD, dan tidak digunakan. Kemarin saya juga membeli sebuah handphone, di mana internalnya sudah besar dan tidak perlu menggunakan micro SD lagi.

Terasa percuma dan mubazir, tetapi untuk kebaikan kamera DSLR lebih baik mengganti memori sesuai dengan peruntukannya. Lagi pula jenis micro SD yang saya miliki tidak memiliki sertifikat ekstrem, artinya jika digunakan untuk merekam video dengan kamera DSLR tidak memenuhi persyaratan.

Sumber gambar: www.belilaptopsecond.com

Written by Bimo

Web developer, menggunakan CakePHP sebagai inti pengembangan situs dan wordpress untuk bermain blog. Kadang-kadang menulis, coding. Suka bersepeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Street Foot Makanan Pedas yang Bikin Ketagihan

Street Food: Makanan Pedas yang Bikin Ketagihan

Para Pecinta Dalam Diam, Pasti Pernah Melakukan Hal Konyol Satu Ini

Para Pecinta Dalam Diam, Pasti Pernah Melakukan Hal Konyol Satu Ini