Toilet Netral Gender di Australia, Sebuah Tuntutan Hak Kaum Transgenders
Sumber gambar: www.pinknews.co.uk
in

Toilet Netral Gender di Australia, Sebuah Tuntutan Hak Kaum Transgenders

UGET UGET – Beberapa waktu lalu tepatnya 8 Desember menjadi hari bahagia bagi semua pasangan sejenis di Australia. Sebab Pemerintahan Australia resmi menandatangani undang-undang terkait transgenders, setelah mendapat persetujuan parlemen. Namun, nampaknya tuntutan kaum LGBTIQ tak sampai di situ saja. Usai sah memenangkan pernikahan sejenis, mereka menginginkan toilet netral gender.

Komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Intersex, dan Queer (LGBTIQ) meminta toilet netral gender dapat dibangun di semua bangunan publik dan komersial di seluruh Australia. Ini semua tak lepas dari tujuan utama mereka untuk menciptakan segala hal yang inklusif dan ramah kelompok LGBTIQ, khususnya trasgender.

Dilansir intisari.grid.id, orangtua dan teman-teman dari Lesbians and Gays Queensland President, Shelley Argent, mengatakan bahwa toilet netral gender akan memberi kemudahan dan martabat untuk transgender yang sebelumnya menjadi keadaan dan pengalaman sulit.

Argent mengatakan bahwa orang transgender sering disalahgunakan di toilet laki-laki atau dituduh sebagai penyelinap di toilet wanita. Situasi ini yang kemudian membuat keberadaan mereka serba salah, bahkan hanya untuk mengakses fasilitas publik seperti toilet umum.

Membuat toilet netral gender, menurutnya, wajib disampaikan ke Dewan Kode Bangunan Nasional. Keinginan ini kabarnya baru akan dipertimbangkan pada tahun baru mendatang.

Tentunya untuk mewujud nyatakan toilet netral gender bukanlah perkara yang mudah. Sebab di Australia toilet netral gender atau toilet unisex tidak berfungsi di banyak tempat umum dan komersial di seluruh Australia.

Orang enggan menggunakan toilet unisex sebab ini bisa menjadi celah bagi para predator untuk memburu anak muda dan anak-anak. Sebuah ketakutan yang besar tentunya, apabila toilet netral gender justru membangkitkan kontroversi dan trauma di masa lalu.

Toilet netral gender memang bisa dimasuki baik pria maupun wanita. Ini sebabnya para transgender tidak akan merasa terzalimi saat masuk dan menggunakan toilet tersebut. Sebab toilet tersebut tidak memandang gender seseorang.

Menurut saya, toilet netral gender penting untuk negara yang telah mengakui pernikahan sejenis. Terlebih, ini dapat dikatakan sebagai hak bagi anggota dari komunitas LGBTIQ. Pengakuan pernikahan sejenis berarti juga negara telah mengakui keabsahan dan keberadaan kaum transgender.

Mereka juga berhak atas fasilitas publik. Kita juga perlu mengembalikan kembali esensi dari toilet umum. Di Indonesia, toilet umum juga masih banyak ditemui. Bahkan sejatinya satu toilet bisa digunakan baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Namun untuk menghindari terjadinya kejahatan seksual, lebih baik toilet netral gender dibuat dengan desain tertutup. Ruangan toilet dibuat seminimal mungkin untuk tidak memungkinkan ada orang lain yang mengintip.

Toilet pun sebaiknya tidak berada dalam ruangan lagi. Sehingga pelaku kejahatan seksual atau predator anak akan pikir dua kali untuk melancarkan aksinya. Keluar masuknya orang ke toilet juga akan dapat dengan mudah dipantau dari jauh.

Sumber gambar: www.pinknews.co.uk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Salahkan Seseorang Mencintai dengan Tulus sedang Tidak Mendapat Balasan yang Sama

Salahkan Seseorang Mencintai dengan Tulus sedang Tidak Mendapat Balasan yang Sama?

Kuliner Unik Bunga yang Bisa Dijadikan untuk Lauk Makan

Kuliner Unik: Bunga yang Bisa Dijadikan untuk Lauk Makan