uget uget - mat solar bajaj bajuri
Sumber gambar: www.globalbajaj.com
in

Asiknya Ide Mat Solar Bajaj Bajuri Skak

UGETUGET – Kalau ada yang pernah sekolah, tentu orang itu tidak asing dengan mat solar bajaj bajuri dan rantai makanan. Apa hubungannya? Rantai makanan merupakan sebuah rangkaian yang melukiskan bagaimana satu organisme memanfaatkan organisme lain untuk bertahan hidup. Proses ini berputar dan menjaga keseimbangan antarmahluk hidup.

Organisme-organisme yang hidup berdampingan menjaga keseimbangan ekosistem. Dengan memanfaatkan satu sama lain, mahluk-mahluk yang ada di dalam satu siklus rantai makanan dapat menjaga kelangsungan hidup organisme lainnya.

Kalau ada yang gemar menonton Bajaj Bajuri Skak, tentu tidak akan asing pula dengan tokoh-tokoh yang menjengkelkan karena tampil konsisten dengan pelukisan emosinya: sebuah proses di mana satu tokoh membuat jengkel tokoh lainnya.

Tokoh-tokoh itu muncul dan berperan untuk menjaga kadar emosi penontonnya. Kemunculan pribadi masing-masing memiliki peranan penting dalam menjaga emosi penonton dan parodi yang ditawarkan. Setiap peran saling mendukung peran yang lain.

Pertama, perempuan cantik yang didekati oleh laki-laki yang sok akrab, Ucup (Fanny Fadillah). Dia membuat pertanyaan-pertanyaan normatif yang lebih mengarah pada “modus”. Misalnya, nunggu angkutan umum yang pakai AC dan menanyakan tempat tujuan.

Akan tetapi pembuat serial Bajaj Bajuri cukup baik karena tidak menjadikan Ucup sebagai tokoh antagonis (a.k.a menjengkelkan), sebut saja begitu. So antagonis justru dibebankan pada tokoh lain, yaitu pedagang asongan yang sok tahu, sang penguji kesabaran.

Kombinasi ketiganya menciptakan satu emosi yang dapat bertahan pada standar yang tinggi. Standar emosi yang membuat orang lupa diri bahwa sebenarnya dia juga memiliki satu sisi yang menjengkelkan.

Menarik tentunya ide yang ditawarkan oleh tim kreatif Bajaj Bajuri. Pemilihan karakter dan adegan yang dibuat begitu akrab dengan kejadian-keajadian yang ada di sekitar, tetapi juga sekaligus tidak umum.

Maksudnya, seorang laki-laki yang “modus” pada perempuan yang baru dikenalnya, begitu lumrah dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pedagang asongan yang sok tahu dengan kebutuhan calon pembelinya juga begitu. Sudah lumrah dan sangat dimaklumi.

Akan tetapi, kalau dua karakter tersebut dipertemukan di satu tempat dan setiap tokoh memainkan peran masing-masing, itu ada di luar kebiasaan. Pedagang asongan beneran tentu tidak akan senekat pedagang yang ada di serial Bajaj Bajuri ini. Mereka masih punya kode etik pedagang yang mesti dipegang dalam berdagang.

Hal lain yang patut diberi apresiasi tentu pemilihan karakter masing-masing tokoh. Juga alur cerita dan dialog yang digunakan oleh masing-masing tokoh. Semuanya berjalan saling berkesinambungan, memantapkan kehadiran lawan akting satu sama lain.

Bayangkan kalau salah satu tokoh dalam serial tersebut ditiadakan atau dihapus. Itu akan membuat struktur yang berbeda. Struktur yang membuatnya hanya akan jadi serial yang menampilkan lelucon belaka. Lelucon yang tidak menarik karena terlalu mainstream dengan peristiwa yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Laki-laki yang modus kepada perempuan yang ditemui di halte: tidak akan menarik. Dialog yang muncul akan klise dan tidak menjejak tanah. Begitu pula dengan pedagang asongan yang menjajakan dagangannya, se-‘sok’ akrabnya pedagang asongan, tidak akan menimbulkan kelucuan. Barangkali saja justru menimbulkan ketidaksopanan.

Sumber gambar: www.globalbajaj.com

Permadi Suntama

Written by Permadi Suntama

Pengamat sepakbola Jepang. Sering nonton bola lewat live score.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

ugetuget.com - sunset pantai samas yang cantik

Sunset Pantai Samas yang Cantik: Ke Sini Yuk

uget uget - Video Joget Ini Kok Tidak di-Blacklist Kominfo?

Video Joget Ini Kok Tidak di-Blacklist Kominfo?