Apa Benar Rindu Itu Berat dan Bikin Kita Nggak Kuat
Sumber gambar: suka-suka.web.id
in

Apa Benar Rindu Itu Berat dan Bikin Kita Nggak Kuat?

UGET UGET – Demam Dilan belum juga dingin. Masih banyak yang menyoal kata-katanya. Kata Dilan, rindu itu berat. Tapi Dilan kena protes banyak orang. Katanya ada yang lebih berat. Entahlah. Saya tahu memang ada yang lebih berat. Tapi mungkin Dilan lupa tidak mengatakannya. Sedang kali ini yang dibahas adalah masalah rindu.

Saya banyak baca di social media, banyak yang nitip pesan, bilang sama Dilan bla bla bla. Bilang sama Dilan bla bla bla lagi. Sayangnya sampai sekarang saya belum bertemu Dilan, jadi belum bisa saya sampaikan.

Saya ingin ikuti dulu perkara rindu yang Dilan katakan. Terlepas dari persoalan lain yang mereka bilang lebih berat dari rindu. Saya tahu tentu ada. Tapi kita bahas lain kali saja. Saat ini, izinkan saya di pihak  Dilan dulu untuk berbicara soal rindu. Rindu yang katanya berat dan bikin nggak kuat.

Apa benar rindu itu berat? Bagi yang pernah merasakannya, kebanyakan akan berkata iya. Rindu itu berat. Makanya orang-orang ingin cepat melepaskan rindu itu dalam temu. Jika tidak berat, mungkin mereka lebih memilih untuk menimatinya dan membiarkan rindu itu diam saja. Tapi faktanya, rindu minta dituntaskan dengan pertemuan.

Tapi rindu lebih enak jika dirasakan bersama. Bukan satu pihak saja yang merindukan. Jadi pertemuan nantinya akan lebih bermakna.

Masih perkara rindu. Entah beruntung atau tidak bagi mereka yang tidak bisa merasakan rindu. Karena terkadang meski rindu itu berat, dia juga bisa jadi perekat. Ada waktunya kita perlu merasakan rindu, untuk merasakan perpisahan sejenak yang nanti akan dipertemukan lagi.

Selalu bersama bisa jadi hambar rasanya. Penting untuk merasakan sehari dua hari kerinduan, dan akhirnya dibalas dengan manisnya pertemuan. Inilah pentingnya sedikit kepahitan dalam rasa manis. Seperti duri dalam ikan. Juga seperti duri dalam indahnya bunga mawar.

Mungkin itu juga yang membuat orang ragu apakah rindu itu berat, karena sebagian dari mereka ada yang menganggapnya sebagai nikmat, tapi tentu hanya sesaat. Jika terlalu lama rindu, hati juga bisa jadi kelabu, itu mengapa setiap rindu membutuhkan temu.

Intinya, jangan rindu lama-lama. Itu yang berat. Menurut saya begitu. Setiap orang yang merasakan rindu berhak menilai sendiri seberapa beratnya itu. Yang tidak merasakan beratnya, mereka pun bebas mengatakannya. Mungkin mereka lebih beruntung daripada Dilan dan penderita rindu berat lainnya. Tapi ini perkara rindu dulu saja. Bukan yang lainnya. Karena terlalu banyak jika harus menyebut banyak hal berat di dunia ini. Belum lagi, itu sifatnya relatif. Dilan belum tentu tahu dan merasakan.

Sumber gambar: suka-suka.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Inilah Salah Satu Kriteria Wanita yang Tepat Dijadikan Pendamping Hidup

Inilah Salah Satu Kriteria Wanita yang Tepat Dijadikan Pendamping Hidup

LDR atau Friendzone? Mana yang Lebih Enak Dijalani?

LDR atau Friendzone? Mana yang Lebih Enak Dijalani?