Ant-Man and the Wasp: Produksi Maraton MCU
Sumber gambar: Inverse
in

Ant-Man and the Wasp: Produksi Maraton MCU

UGETUGET – Marvel Cinematic Universe kembali menghadirkan film produksinya di tahun 2018 ini. Setelah Black Panther dan Avenger, kini giliran Ant-Man beraksi menghibur penggemar setia MCU dalam film berjudul Änt-Man and the Wasp.

Meskipun basis penggemarnya tidak sebesar dua film sebelumnya, kehadiran trailer dan berbagai ulasan mengenai film ini di media menuai reaksi positif masyarakat. Hasilnya, banyak yang tidak sabar untuk menunggu peluncurannya.

Kisah film ini merupakan lanjutan dari Avengers: Infinity War. Sebagaimana yang sudah diketahui, Ant-Man (Paul Rudd) dan The Wasp (Evangeline Lilly) tidak ambil bagian dalam peperangan besar tersebut, film ini merupakan penjelasannya.

Dan Anda pun jangan berharap banyak untuk mengambil potongan kecil mengenai gambaran Avengers 4. Meskipun pihak MCU memang memberikan beberapa spoiler kecil, tapi tidak bisa dijadikan landasan untuk merangkai keseluruhan film yang rencananya akan dirilis tahun depan ini.

Kemunculan film ini, yang seakan-akan pihak MCU sedang berlari maraton, mendapatkan respon baik dari masyarakat maupun di media sosial. Keseluruhan pendapat rata-rata menyatakan sekuel ini unik dan menyenangkan.

Bahkan, editor dari website CNET, Caitlin Petrakovitz dan Eric Franklin, menyatakan bahwa film ini merupakan sajian penutup yang pas setelah kematian dan kehancuran di Infinity War.

Review

Sekilas, menonton Ant-Man dan The Wasp rasanya seperti peningkatan dari standar X2: X-Men United.

Meski memang bukanlah film yang sama, dan bukan pula sub-genre dari X-Men, namun formulasi produksi dan cerita film memiliki kesamaan: ada gambaran akan kebebasan dan keberanian yang disajikan setelah kritik atas film sebelumnya mengalir deras tanpa henti.

Sutradara Peyton Reed tampak sadar akan kegagalan film sebelumnya, dan mereka berusaha untuk menarik lebih banyak minat dari masyarakat akan film ini.

Hasilnya, sajian gambar yang impresif disertai efek yang terlihat natural. Ada keseimbangan antara aksi dan komedia, mengingat betapa komikalnya karakter Ant-Man ini dalam komiknya.

Ant-Man and the Wasp: Produksi Maraton MCU
Sumber gambar: Inverse

Dalam film sebelumnya, Scott Lang (Paul Rudd) pergi menuju Dunia Quantum untuk mengalahkan musuhnya. Dan keberhasilannya kembali ke dunia nyata, meninggalkan harapan akan kemungkinan selamatnya Hank Pym (Michael Douglas), Hope van Dyne (Evangeline Lilly) dan Janet van Dyne (Michelle Pfeiffer) yang sebelumnya terjebak di dunia tersebut.

Namun, aksi Scott di Captain Amerika: Civil War, menciptakan tantangan baru bagi timnya: ia dihukum dan dijatuhi hukuman rumah selama dua tahun atau penjara selama 20 tahun. Aksinya bersama #TeamCap meningkatkan hubungannya dengan Pyms, bahkan juga bisa menjadi ayah yang baik bagi Cassie (Abby Ryder Fortson).

FYI

Kita perlu mengingat bahwa film ini adalah sekuel. Setiap kejadian di Civil War berdampak langsung kepada cerita di Ant-Man and the Wasp. Dan dalam sekuel ini, yang menjadi villain bagi Ant-Man dan tim adalah sosok bernama Ghost, yang disebut oleh Vulture sebagai “villain bernilai C”: ia mencuri teknologi canggih dan berencana menggunakannya untuk menguasai dunia, tipikal penjahat super pada umumnya. Kering.

Yang jadi pertanyaan saya adalah, mengapa semua penjahat super itu berencana menguasai dunia? Apa arti dari dunia sehingga mereka begitu ingin menguasainya?

Jika kita melihat villain dari Thor, Avenger, atau beberapa film produksi MCU lain, bisa kita temui alasannya: masalah sumber daya. Problem itulah yang menggerakkan para villain dari tempat asalnya menuju bumi.

Sedang di Ant-Man? Tidak atau belum saya temukan. Ia tiba-tiba muncul, karena sakit hati atau ambisi (yang juga tidak dijelaskan lebih detil), mencuri teknologi, dan berbuat semaunya. Lalu apa

Yah, sebagaimana epos Mahabarata atau Ramayana, para pahlawan pun hadir, menumpas kejahatan atas nama kebenaran. Tidak ada yang berubah, sejak zaman dahulu hingga sekarang. Lalu apa?

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Mengucapkan Terima Kasih Putri Sultan HB X Diejek Kampungan

Lantaran Mengucapkan Terima Kasih, Putri Sultan HB X Diejek Kampungan

3 Acara TV yang Bagus untuk Media Edukasi Mama Muda

3 Acara TV yang Bagus untuk Media Edukasi Mama Muda