Andi Mbendol Dan Pengaruhnya Bagi Perkembangan Lagu Jawa
Sumber gambar: www.reverbnation.com/Repstamasta
in

Andi Mbendol Dan Pengaruhnya Bagi Perkembangan Lagu Jawa

UGET UGET – Fenomena dangdut hip hop kini tidak lagi menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. Ada banyak faktor dan sebab yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah orang yang kerap dimitoskan, yaitu Andi Mbendol.

Satu dekade yang lalu, menyukai atau bahkan membicarakan lagu yang menggunakan Bahasa Jawa adalah hal yang tabu. Banyak anak muda saat itu malu dan gengsi jika berbicara tentang lagu berbahasa Jawa. Saat itu, salah satu genre-nya adalah campursari.

Campursari

Manthous dan Didi Kempot adalah tokoh kesenian campursari. Di tahun ’80-an dan ’90-an, dua tokoh ini sangat aktif memopulerkan genre ini. Di era 2000-an hingga 2010-an, tongkat estafet ini diberikan kepada Cak Diqin dan Dimas Tedjo.

Pada masa itu pun lagu berbahasa Jawa masih menjadi hal yang belum wajar untuk dibicarakan.

Di genre yang lain, sejak tahun 1990-an, di Yogyakarta sudah muncul grup hip hop yang bernama G-Tribe. Grup ini terkenal dengan lagunya yang berjudul Watchout Dab. Lagu ini menggunakan lirik berbahasa Jawa dengan irama yang rancak.

Tapi, di pertengahan tahun ’90-an, perkembangan musik hip hop sempat terhenti dan bahkan hilang. Hingga akhirnya di tahun 2000-an, muncul grup bernama Jahanam yang menghentak kancah musik hip hop dengan lagu berjudul Tumini. Selain Tumini, grup ini juga menciptakan lagu berjudul Ronda.

Jogja Hip Hop Foundation

Di tahun 2003, Marzuki Mohamad atau yang lebih dikenal dengan nama Kill The DJ mendirikan Jogja Hip Hop Foundation. Pada masa ini sebenarnya sudah banyak grup hip hop yang terbentuk, seperti KM 7, Rotra, Kontra, dan sebagainya. Hingga akhirnya muncul sebuah kolaborasi hip hop yang sukses, bernama Poetry Battle.

Dalam Poetry Battle, grup-grup hip hop membawakan syair-syair untuk dijadikan sebuah lirik dalam musiknya. Hal yang patut diacungi jempol dalam kolaborasi ini adalah eksplorasi puisi dan syair yang sangat luas.

Selain puisi berbahasa Indonesia, banyak grup yang memilih puisi berbahasa Jawa. Bahkan ada beberapa syair yang menggunakan puisi berbahasa Jawa kuno. Di periode akhir 2010-an, lagu berbahasa Jawa sudah mulai mendapatkan tempat di masyarakat. Meskipun masih terbatas untuk genre hip hop.

Saat di wilayah Yogyakarta sedang kenes dengan genre hip hop berbahasa Jawa, dari arah timur, fenomena dangdut koplo mulai masuk ke kota ini. Semakin banyaknya warung kopi yang berdiri di Jogja turut mempengaruhi populernya genre dangdut koplo. Ada banyak grup yang terkenal di masa itu, seperti Sera, Monata, Palapa, dan masih banyak lagi.

Dangdut koplo sendiri termasuk aliran musik yang juga tabu untuk dibicarakan. Tapi, karena kuatnya inovasi, genre ini pun akhirnya naik ke panggung nasional melalui berbagai macam gelaran pencarian bakat.

Hip Hop Dangdut

Di tahun 2011, muncul sebuah grup yang lima tahun kemudian akan menjadi penanda bagi era hip hop dangdut. Grup ini bernama NDX, atau lebih dikenal dengan nama NDX aka Familia.

Lagu-lagu dari grup ini sangat booming, dan meledak di pasaran. Hingga akhirnya banyak penyanyi dangdut koplo, seperti Via Vallen dan Nella Kharisma menyanyikan lagu mereka.

Terjadi kolaborasi yang unik di sini. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi dangdut koplo tersebut secara langsung maupun tidak langsung juga membuat lagu dan nama grup NDX terkenal. Mulai dari lagu Kimcil Kepolen, Sayang, dan sebagainya.

Fenomena ini bagaikan efek domino. Karena kemudian muncul grup hip hop dangdut Pendhoza yang lagunya lebih dulu populer karena dinyanyikan oleh para penyanyi dangdut koplo. Lagu-lagunya antara lain Cah Kerja dan Bojo Galak.

Bahkan lagu Jaran Goyang yang dinyanyikan oleh Cornelius dan Junior pun tak luput dari efek domino ini.

Dari banyak lagu hip hop dangdut yang populer tersebut, ada satu nama yang menjadi benang merah, yaitu Andi Mbendol. Siapakah dia?

Andi Mbendol atau pria yang bernama Rizky Andi Putra adalah seorang pencipta lagu, komposer, dan juga merupakan seorang produser dari Crazygila Music Production.

Banyak orang yang kurang tahu siapa dirinya karena ia cenderung lebih suka bekerja di balik layar. Tapi, sebelum di balik layar, ternyata ia juga pernah membentuk sebuah grup hip hop yang bernama Repstamasta.

Grup hip hop Repstamasta ini mengusung genre hip hop reggae. Grup ini terbentuk pada akhir tahun 2009 dengan tiga personil, yaitu Andi Mbendol, Benjo Whatwhatwhat, dan Ucil Sensori.

Kini Andi Mbendol lebih senang berada di balik layar dan memopulerkan banyak grup dengan lagu-lagu kreasinya. Bahkan istrinya, Leli Watham juga mulai tampil di dunia tarik suara dengan lagunya yang berjudul Resiko Dadi Penyanyi.

Sumber gambar: www.reverbnation.com/Repstamasta

https://www.youtube.com/watch?v=6B6BDytISX8

Punkaz D. Singaraska

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Jadi Diri Sendiri Hal Penting yang Perlu Kamu Pegang Saat Hendak Memulai Hubungan

Jadi Diri Sendiri: Hal Penting yang Perlu Kamu Pegang Saat Hendak Memulai Hubungan

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Demam?

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua Jika Anak Demam?