Anaximander dan Pemikiran Astronominya
Sumber gambar: twitter.com/herzoglauenberg
in

Anaximander dan Pemikiran Astronominya

UGETUGETAnaximander diperkirakan lahir sekitar tahun 610 SM dan meninggal sekitar 546 SM pada usia 64 tahun. Ia tinggal di Miletus, sebuah kota di Ionia, yang saat ini dikenal sebagai Turki.

Ia merupakan seorang filsuf sebelum era Socrates. Ia terinspirasi oleh pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh, seperti Plato dan Aristoteles.

Anaximander Sedang Mencatat Hidup
Sumber gambar: wikipedia.org (Anaximander).

Tidak banyak catatan yang menjelaskan sumbangsih Anaximander. Namun, yang paling penting adalah ia menjadi jembatan pemikiran Thales ke Phytagoras. Diduga kuat Phytagoras memahami pemikiran-pemikiran Thales melalui filsuf dari Miletus ini.

Konon, setelah berguru kepada Thales, ia lalu menjadi guru dan mengajar banyak murid. Beberapa di antara muridnya adalah Anaximenes dan Phytagoras, yang lantas berfilsafat tentang Teorema Phytagoras yang sangat populer itu.

Pemikiran filsuf ini lebih menekankan pada studi filsafat, geografi, metafisika, dan geometri. Ia termasuk salah satu pemikir awal yang menggunakan sains dan matematika untuk mengkaji serta menjelaskan aspek yang berbeda dari alam semesta dan kehidupan di sekitarnya.

Atas pemikirannya yang brilian terkait dengan alam, ia dikenal sebagai bapak ilmu astronomi. Ia menganggap bentuk bumi sebagai silinder, dan angkasa setiap hari berputar mengelilinginya.

Filsuf ini sukses meneruskan jabatan kepala sekolah di Miletus setelah Thales Meninggal. Ia menulis makalah tentang geometri yang lebih memberikan penekanan pada penelitian tentang lingkaran dan bola serta mengembangkan ide-ide filsafat yang berhubungan dengan ruang dan waktu.

Dikatakan pula jika Anaximander telah berhasil menciptakan globe.

Anaximander adalah orang yang pertama kali mengenalkan penggunaan gnomon, yakni tongkat penunjuk yang dipasang di tanah datar untuk menghitung waktu. Kelak teknik ini menjadi dasar terciptanya piringan matahari (sundial) untuk menemukan waktu.

Anaximander pun memaparkan bahwa substansi pertama itu bersifat kekal dan ada dengan sendirinya. Ia sering membuat penelitian yang berani. Bahkan, ia mempertanyakan mitos tentang dewa-dewi.

Ia mau memaparkan fenomena alam secara rasional. Sebagai contoh, dalam bidang meteorologi, ia berpendapat bahwa petir tidak disebabkan oleh Dewa Zeus, tetapi disebabkan oleh pneuma atau udara yang memadat.

Lukisan Ketika Anaximander sedang menatap Kejauhan
Sumber gambar: filsuf-info.blogspot.com ( Lukisan wajah Anaximander).

Bagaimana, gaes, apakah kalian semakin ingin memperdalam filsafat setelah membaca sekilas riwayat hidup Mbah Anaximander?

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Spot menarik wisata kedung watu

Spot Foto Menarik di Wisata Kedung Watu

Mengulas Sekilas Tentang E-Sports

Mengulas Sekilas Tentang E-Sports