Curhatan Ridwan Kamil Tentang Anaknya Jadi 'Korban' Sistem Zonasi PPDB
Sumber gambar: cnnindonesia.com
in

Curhatan Ridwan Kamil Tentang Anaknya Jadi ‘Korban’ Sistem Zonasi PPDB

UGET-UGET | Sistem pendidikan di Indonesia biasanya berubah-ubah, tergantung pada kebijakan yang telah ada. Seperti sistem zonasi PPDB yang kini mulai dilaksanakan dan mendapatkan banyak respons dari masyarakat.

Sistem zonasi PPDB merupakan sistem pendaftaran sekolah yang tidak menekankan pada nilai calon peserta didik, melainkan pada jarak antara rumah siswa dengan sekolah. Artinya, siswa yang rumahnya dekat sekolah tersebut memiliki hak untuk menjadi peserta didik di sekolah tersebut.

Sistem ini juga menerapkan pemerataan sekolah agar tidak timbul paham-paham antara sekolah favorit dan tidak favorit. Artinya peserta didik yang memiliki kecerdasan yang cukup tidak hanya berkumpul pada satu sekolah saja.

Inilah yang diharapkan dari sistem zonasi PPDB ini. Meskipun tujuan dari sistem ini baik, namun tetap ada kekurangannya yang dihadapi masyarakat.

Tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan karena anaknya tidak dapat masuk ke sekolah yang diinginkan. Pemberlakuan sistem zonasi ini juga menyebabkan keterbatasan kuota dari masing-masing sekolah. Hal ini menyebabkan beberapa anak terancam tidak dapat menikmati bangku sekolah.

Curhatan Ridwan Kamil Tentang Anaknya Jadi 'Korban' Sistem Zonasi PPDB
Sumber gambar: cnnindonesia.com

Hingga saat ini, sekolah negeri masih menjadi favorit bagi banyak orang. Salah satunya adalah Zara, anak dari Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang saat ini akan menduduki bangku SMP.

Ternyata Zara juga merupakan ‘korban’ dari sistem zonasi ini. Ridwan Kamil sebagai ayahnya pun turut bercerita di akun instagram miliknya, @ridwankamil. Ia menuturkan bahwa anaknya yang memiliki nilai ujian nasional cukup bagus gagal masuk di sekolah pilihannya, SMPN 2 Bandung.

Seperti anak pada umumnya yang kecewa karena keinginannya tidak tercapai, begitu pula dengan Zara. Ia merasa tidak terima dan tidak adil. Ridwan Kamil pun juga mengaku kecewa.

Bahkan ada sejumlah orang yang memberikan masukan kepada Kang Emil, sapaan dari Ridwan Kamil ini untuk memanfaatkan jabatannya sebagai Walikota untuk menolong Zara agar bisa masuk sekolah negeri.

Zara, anak perempuan saya, NEM nya bagus dan mendaftar ke SMPN 2 Bandung. Namun ia tidak diterima karena tergeser oleh kuota sistem zonasi PPDB Kota Bandung versi awal, sebelum yang sekarang. Zara tidak terima. Ia merasa ini tidak adil. Ia menangis dan bertanya-tanya. Saya pun sebagai ayahnya ikut patah hati. ______ Namun Setelah saya terangkan perlahan, bahwa itu adalah sebuah peraturan yang harus kita hormati. Dan hidup yang mulia adalah hidup yang taat aturan dan syariat, akhirnya ia berhenti menangis dan mencoba paham. ________ Banyak pihak tanya "Anda kan Walikota, Anda kan punya kuasa atuh, bisa kali nyelipin buat anaknya sendiri. Masa tega sih ama anaknya sendiri?!". Saya telan percakapan2 itu. Saya diskusikan panjang dengan Bu Cinta. Dan kami pun sepakat kami taati aturan aja walau pahit. Apa jadinya jika saya ikutan melanggar aturan diam-diam . Nilai hidup apa yang akan menempel seumur hidupnya Zara, jika ia kami paksa masuk dengan cara yang tidak baik. Maka pastilah ia akan meyakini bahwa berbohong itu boleh, demi sebuah tujuan. Nauzubillah. ______ Dan Zara kini menyesuaikan diri, mencari bahagia dan gembira sekolah di SMP swasta. Semoga ini menjadi hikmah, bahwa mungkin kita tidak menyukai sebuah aturan yg membuat kita di pihak yang kalah. Namun aturan tetaplah aturan. Mari kita hormati. ______ Kesuksesan tidak selalu harus dengan bersekolah di negeri. Kesuksesan datang dari bagaimana kita berdamai dengan takdir, dan bergerak menyiasatinya dengan ikhtiar baru diperkokoh dengan doa. Hatur Nuhun.

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

Kang Emil pun turut membicarakan hal tersebut dengan istrinya. Mereka memilih menaati peraturan yang ada dan tidak mau memanfaatkan jabatannya.

“Nilai hidup apa yang akan menempel seumur hidupnya Zara, jika ia kami paksa masuk dengan cara yang tidak baik. Maka pastilah ia akan meyakini bahwa berbohong itu boleh, demi sebuah tujuan. Nauzubillah…” tulisnya di Instagram.

Kang Emil juga menceritakan bahwa kini Zara masuk di SMP swasta. Zara mulai menyesuaikan diri dan menemukan kebahagiannya.

Di akhir cerita, ia menuliskan pesan yang cukup mendalam.

“Kesuksesan tidak selalu harus dengan bersekolah di negeri. Kesuksesan datang dari bagaimana kita berdamai dengan takdir dan bergerak menyiasatinya dengan ikhtiar baru diperkokoh dengan doa”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

5 Kegiatan Seru yang Bisa Kamu Lakukan Bersama Pasangan Ketika Pacaran di Mall

5 Kegiatan Seru yang Bisa Kamu Lakukan Bersama Pasangan Ketika Pacaran di Mall

Erau International Art Festival: Tradisi Setempat yang Mendunia

Erau International Art Festival: Tradisi Setempat yang Mendunia