uget uget - Anak Dalam Iklan Meikarta Mau Bikin
in

Anak Dalam Iklan Ini Ingin Lingkungan Yang Baik, Bukan Meikarta

UGETUGET — Meikarta, kota baru yang konon akan menjadi Jakarta yang baru. Baru secara fisik dan ekonomi. Barangkali pula, baru secara nasib. Kalau Meikarta akan disamakan nasibnya dengan Jakarta, berarti anak dalam iklan Meikarta itu ingin menenggelamkannya.

Ngomongin soal anak dalam iklan Meikarta, sama dengan ngomongin diri saya sendiri sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Sadar nggak sadar, terima nggak terima, memang seperti anak itulah watak orang Indoneia, termasuk saya.

Sampai sifat alami ini jadi pepatah yang diajarkan dalam buku-buku pelajaran. Habis manis, sepah dibuang. Sudah rusak Jakarta hampir tenggelam, terus ditinggalin.

Padahal sebelum Jakarta rusak kayak sekarang ini semua orang berbondong-bondong pengen ke Jakarta. Giliran Jakarta mau tenggelam, banjir di mana-mana, anak kecil mau main bola nggak ada lapangan mau ditinggalin.

Aku mau pindah ke Meikarta. Bagus bener tabiat lu Neng! Belum juga lama menjalani kehidupan, sudah banyak ngeluh. Pindah ya pindah aja, tapi nggak usah bilang-bilang ke semua orang. Nanti kalau semua orang pada ikut pindah ke Meikarta, ‘kan kasihan Jakarta yang ditinggal sendirian.

Nanti lama-lama Jakarta jadi kota tua semua. Itu masih mending. Bagaimana kalau Jakarta tinggal jadi sejarah yang diceritakan. Terus, di buku pelajaran sekolah ditulis, “Sebab hilangnya kota Jakarta, salah satunya adalah pendirian kota Meikarta.”

Apalagi ngomongin geografi dua kota ini, Jakarta dan Meikarta (masuk wilayah Jawa barat). Dua wilayah dengan basis suporter klub yang sangat (tidak) damai: The Jak dan Bobotoh. Kalau warga Jakarta terpengaruh iklan, terus pindah ke Meikarta, subhannallah.

Seharusnya, sisi seperti ini juga dihadirkan dalam iklan sebagai satu bentuk pendidikan terhadap orang Jakarta yang ingin pindah ke Meikarta. Pun bukan hanya masyarakat Jakarta yang akan pindah tetapi juga, sejauh khayalan saya saat melihat iklan itu, Jakarta merupakan target utama dari Meikarta.

Setiap anak memiliki beban psikologis yang diakibatkan lingkungan. Kalau kita ingin anak memiliki lingkungan yang baik, ciptakan. Bukan dengan cara membeli. Sebab, tidak semua orang seberuntung anak dalam iklan yang punya keluarga berkecukupan.

Untuk adik kecil yang manis, keinginanmu untuk pindah ke Meikarta adalah sesuatu yang baik. Alangkah lebih baik kalau tidak pindah. Kalau kamu ingin tempat tinggal yang nyaman, caranya bukan pindah. Tapi, cobalah kreatif dan lakukan perubahan yang bermanfaat untuk daerah tempat tinggalmu.

Kalau merasa tidak nyaman, pindah, tidak nyaman, pindah lagi, kalau semua tempat sudah penuh, mau pindah ke mana lagi kamu nanti, Nak? Berpindah-pindah tempat untuk mencari kenyamanan juga tidak baik.

Mulailah untuk mencintai tempat tinggalmu, dan ciptakan kenyamanan di sana. Kalau kamu nongol lagi di iklan, katakan: “Aku mau memperbaiki Jakarta.”

Permadi Suntama

Written by Permadi Suntama

Pengamat sepakbola Jepang. Sering nonton bola lewat live score.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

uget uget mobil masa depan elon musk

Mobil Masa Depan Elon Musk: Berbahan Bakar Minyak

uget uget - Meme Burung Lucu di Trailer Star Wars The Last Jedi

Meme Burung Lucu di Trailer Star Wars: The Last Jedi