Di Tengah Keriuhan Alun-Alun Jogja, Jangan Lupakan Bangunan Ini
Sumber gambar: www.visit2indonesia.com
in

Di Tengah Keriuhan Alun-Alun Jogja, Jangan Lupakan Bangunan Ini

UGET UGET – Satu hal yang pasti telah Anda lupakan ketika berkunjung ke Alun-Alun Jogja adalah Museum Sonobudoyo. Sebuah museum dengan bangunan tua yang berada di bagian utara alun-alun. Jika Anda melihat dari luar, terlihat hanya seperti sebuah gedung tua tak berpenghuni, di depannya beberapa gerobak kaki lima mangkir, beserta beberapa orang yang sedang duduk di tangga.

Bangunan itu tentu tidak lagi terlihat dengan baik, terutama dengan kehadiran sepeda warna-warni di alun-alun, lengkap dengan musiknya yang bising. Jajanan yang berada di bagian luar alun-alun, serta permainan yang biasa dimainkan di bagian tengah, rasanya jarang orang yang menyadari kehadiran museum yang sarat makna dan sejarah itu.

Memang sangat kontras. Antara modernitas dan tradisional, seperti bumi dan langit. Tapi sesekali cobalah untuk masuk ke Museum Sonobudoyo sambil berwisata budaya Jogja yang sesungguhnya. Hanya dengan membayar sebesar Rp. 3.000, jauh lebih murah dari pada mengendarai sepeda warna-warni. Namun dengan uang itu, Anda bisa dengan leluasa melihat koleksi yang ada di dalam museum, lengkap dengan seorang Guide.

Di pintu masuk, Anda akan disambut oleh sebuah penanggalan, bukan penanggalan kalender yang kita pakai selama ini. Penanggalan itu diukir dengan gambar burung dan tanaman. Guide, yang dengan tenang membimbing Anda, akan menjelaskan dan membantu untuk menerjemah ukiran tersebut yang sejatinya merupakan tanggal peresmian museum oleh Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1935.

Di sisi kanan pintu masuk, Anda sudah dibikin kagum oleh deretan lengkap gamelan. Jangan kira, selain menjadi alat musik yang tak bisa diciptakan oleh selain Indonesia, harganya pun sangat tinggi. Di depan pintu masuk, terdapat dua patung yang akan menyambut Anda, sepasang patung perempuan dan laki-laki, yang sedang berbaring di atas tempat tidur. Ada makna sendiri dari patung-patung ini, yang oleh Guide akan dijelaskan bahwa patung itu menyimbolkan masyarakat Indonesia yang agraris.

Di dalamnya, Anda bisa melihat berbagai koleksi kebudayaan Jogja, mulai dari keramik, replika tengkorak manusia zaman prasejarah, koin uang, sistem penanggalan tradisional, patung Budha, topeng, kain batik, wayang, tempat duduk raja, dan sebagainya yang tak bisa Anda abaikan begitu saja.

Nah, yang menarik, mulai dari hari Senin sampai Sabtu, pihak pengelola museum mengadakan pertunjukan wayang, dari pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB, di malam hari. Untuk menonton, Anda perlu meregoh kocek sebesar Rp. 20.000 per orang. Museum ini buka setiap hari, kecuali hari Minggu dan hari libur nasional.

Sumber gambar: www.visit2indonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Cara Jitu Hadapi Pertengkaran Buat Kesepakatan Bagaimana Treatment Penyelesaian Masalah Kalian

Cara Jitu Hadapi Pertengkaran: Buat Kesepakatan Bagaimana Treatment Penyelesaian Masalah Kalian

Manfaat Mengajarkan Anak Tidur Sendiri

Manfaat Mengajarkan Anak Tidur Sendiri