Album Terbaru Isyana “Paradox” Gambarkan Situasi Kontradiktif ugetuget
Sumber gambar: www.youtube.com
in

Album Terbaru Isyana “Paradox” Gambarkan Situasi Kontradiktif

UGETUGET – Lagu-lagu bergaya R&B menjadi kekhasan pada album terbaru Isyana Sarasvati, seorang musisi muda Indonesia.  Album Paradox ini sendiri resmi diluncurkan pada bulan September kemarin.

Melalui penamaan Paradox, Isyana ingin menunjukkan situasi kehidupan manusia saat ini yang saling silang dan kontradiktif. Secara global maupun lokal, sosial maupun personal, universal maupun identitas personal semuanya saling berkonflik.

Situasi inilah yang juga Isyana rasakan pada dirinya sendiri. Dirinya tumbuh dan besar di dunia orkestra, namun orang lebih mengenalnya sebagai orang musik. Dalam acara Swaragama Live & Drive with Isyana yang diadakan Oktober lalu, Isyana pun mengakui dirinya sebagai sosok yang introvert namun dituntut untuk berprofesi di bidang yang cenderung ekstrovert. Begitu pula lagunya yang merupakan perpaduan pop sekaligus klasik, Bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris.

Album Terbaru Isyana “Paradox” Gambarkan Situasi Kontradiktif uget uget
Foto: Elisabet Selsyi – ugetuget.com

Dalam album kali ini, jumlah lagu beritme beat dengan lagu yang bergaya mellow cenderung seimbang dari total 10 lagu yang ada. Lagu-lagu tersebut di antaranya, Echo, Terpesona, Mad, That’s It, I’m Done, dan Gelora. Sedangkan lagu Nada Cinta, Lembaran Buku, Anganku Anganmu, Winter Song, dan Sekali Lagi cenderung lebih bernuansa pop mellow.

Kesepuluh lagu tersebut sebagian materinya digarap di The Kennel Music Swedia, dengan naungan supervisi Hayden Bell, A&R Sony Music Asia Pasific. Album ini juga menjadi buah kerja sama Isyana dengan sejumlah komposer berkelas internasional, seperti Olof Lindskog, Hayley Aitken, Caesar & Loui, Harry Sommerdahl, dan Cage & Oneye.

Album ini pun tak lepas dari sumbang sih beberapa musisi tanah air. Seperti diketahui, Isyana mengajak Raisa Andriarna, Andi Rianto, Alvin Witarsa, Brury Effendy, Gamaliel, dan Rendy Pandugo untuk turut berkolaborasi dalam beberapa single-nya pada album ini.

Dalam album ini kita akan menemukan lirik, ritme, nada yang bernuansa paradoksikal. “Lagu-laguku mewakili karakterku tapi juga menjawab selera penikmat musik dari beragam genre,” ujar penyanyi kelahiran Bandung, 2 Mei 1993 ini.

Menurut Isyana, meskipun situasi yang ada serba kontradiktif. Namun justru kontradiksi tersebut mampu menghasilkan karya-karya yang dapat menyeimbangkan kontradiksi itu sendiri. Album terbaru Isyana ini sekaligus menjadi pelajaran untuk kita.

Perbedaan satu sama lain tidaklah bisa kita hindari. Cara terbaik menyikapinya adalah berdamai dengan perbedaan itu sendiri. Bahkan justru dapat mencipta karya yang positif sifatnya seperti album Paradox ini.

Setelah memutar seluruh lagu dalam album ini, sebuah kemajuan besar untuk penyanyi pendatang baru seperti Isyana. Lagu-lagunya menunjukkan kekayaan instrumen di dalamnya. Dari beberapa konser yang pernah saya tonton, Isyana selalu tampil memukau dengan improvisasinya yang apik.

Isyana tak hanya lihai bermain piano dan saksofon, Ia rupanya juga pandai dalam menghidupkan suasana panggung. Isyana selalu tampil dengan gaya panggung bak musisi yang telah memiliki jam terbang tinggi. Memang prosesnya tak akan mengkhianati hasil. Giat payahnya berlatih musik sejak kecil menuntunnya berkarier pada bidang seni musik.

Sumber gambar: www.youtube.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

The Voice Kids Indonesia 2: Sharla Nyanyi Lagu Qasidah, Agnes Mo Merinding

Voice Kids Indonesia 2: Sharla Nyanyi Lagu Qasidah, Agnes Mo Merinding

AC Milan: Harus Berapa Kali Ganti Pelatih untuk Bisa Juara?

AC Milan: Harus Berapa Kali Ganti Pelatih untuk Bisa Juara?