Ngepop

Album Campursari Didi Kempot Suguhi Lagu Religi

UGETUGET — Album campursari Didi Kempot — seorang Jon Bon Jovi dari Jawa — memang sangat menarik. Banyak sekali inovasi yang dilakukan oleh penyanyi ini. Mulai dari menyuguhkan lagu religi hingga duet bersama seorang legenda pencipta lagu Indonesia, Deddy Dores.

Pada tahun 2013, IMC Record mengunggah video klip album campursari Didi Kempot religi ke YouTube. Respons yang didapatkan sangat luar biasa. Banyak warganet yang berkomentar, “Lagunya adem, bikin hati sejuk dan tenang”.

Dari album tersebut, saya lebih senang mendengarkan lagu yang berjudul Mampir Ngombe. Lirik lagu ini diciptakan oleh Heri S dengan vokalis, tidak lain dan tidak bukan, adalah Mas Didi Kempot.

Lagu yang kental dengan nuansa keroncong Jawa ini membuat telinga saya nyaman mendengarnya. Entah mengapa, lagu ini terasa sangat familiar. Mungkin karena lirik lagu ini berbahasa Jawa.

Di video klip lagu ini, bagian pembukanya cukup biasa untuk sebuah lagu religi. Justru gaya dan tampilan yang digunakan oleh Didi Kempot yang menurut saya unik.

Kostum yang digunakan oleh Didi Kempot super minimalis. Ia hanya menggunakan kemeja dengan motif di bagian bawahnya. Warna kemejanya gelap. Celananya juga berwarna gelap. Di bagian kepala ia mengenakan kopiah.

Tapi, yang bikin aneh adalah ia memegang sapu lidi. Pikiran saya langsung konek ke tukang penjaga makam. Ini adalah tebakan yang paling masuk di akal bagi saya. Apalagi setelah saya mendengar lirik pertamanya.

Neng donya sepira lawase? Bebasan mung mampir ngombe.

Kemudian, ada hal menarik lainnya. Sebetulnya, fragmen menarik ini sudah ditampilkan saat pembukaan video, hanya saja masih kurang jelas. Ternyata lokasi pengambilan syuting video klip ini berada di bangunan yang bercorak kuno.

Berdasarkan pelajaran sejarah yang pernah saya terima, bangunan ini mencerminkan hasil peradaban kerajaan yang rakyatnya menganut Hindu, atau bisa juga merupakan peninggalan kerajaan atau masyarakat yang sudah menganut agama Islam pada era Mataram Panembahan Senopati.

Inti dari lagu religi Didi Kempot Mampir Ngombe ini adalah bahwa waktu itu mempunyai batas. Sehingga, alangkah baiknya jika kita sebagai manusia mampu menggunakan waktu untuk melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Jangankan waktu, Kulon Progo saja ada Watesnya (baca: batasnya), apalagi rasa sabarku, Dik.

Sumber gambar: aqirunahart.deviantart.com

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi