uget uget - Aku Benci Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono
Captured image from YouTube.
in

Aku Benci Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono

UGETUGETHujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono memang telah menjadi mitos bagi banyak orang. Bahkan bagi teman-teman saya. Bagi mereka, Hujan Bulan Juni itu romantis.

Saya baru bangun tidur saat itu. Jam menunjukkan pukul 14.30 WIB. Smartphone saya sudah penuh dengan panggilan dari teman-teman. Segera saja saya membalas setiap pesan satu per satu.

“Sorry, aku lagi tangi,” ketik saya.

Tak lama, ada satu orang yang membalas pesan saya. “Mrene neng warung kopi. Iki ana Joko Klanthung.” (Ke warung kopi. Di sini ada Joko Klanthung.)

“Isih suwi ra? Nek isih, takraup sek njuk langsung cuss.” (Masih lama tidak? Kalau masih, saya cuci muka dulu terus berangkat.)

Dengan celana kolor pendek warna krem, kaos hitam, serta rambut yang berantakan, saya ambil tas dan langsung bergegas tancap gas motor untuk menuju warung kopi yang dimaksud. Setelah tiba di lokasi tujuan, saya segera saja mencari meja di mana teman-teman saya duduk.

Tidak sulit untuk menemukan Joko Klanthung. Tak jauh berbeda, bahkan ia berpenampilan lebih mencolok. Ia mengenakan celana kolor warna merah, kaos putih, jaket kulit berwarna hitam. Belum lagi wajahnya yang kelihatan tua dan gahar. Janggutnya penuh dengan rambut. Kumis dan jenggotnya sudah mulai memutih.

Seperti obrolan di warung kopi biasanya, kami membicarakan berbagai macam hal, dari A hingga Z. Tetapi tidak ada yang lebih menarik — selain konspirasi global tentunya — adalah cerita dan pengalaman pribadi. Ternyata di balik sosok gaharnya, Joko Klanthung sangat akrab dengan Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono.

“Bagaimana bisa?”

Pertanyaan yang wajar dan sangat lumrah. Sebagai temannya pun saya juga menanyakan hal yang demikian.

“Dadi ngene lho. Iki ki ora sengaja. Ana kakak kelasku SMA sing dadi seniman. Pas kuwi ana Sapardi Djoko Damono dolan neng nggone. Nah, aku dikenalke.” (Jadi begini loh ceritanya. Ini terjadi secara tidak sengaja. Ada kakak kelasku SMA yang menjadi seorang seniman. Saat itu, Sapardi Djoko Damono sedang mampir di tempatnya. Nah, pada saat itu aku diperkenalkan.)

“Kenalin Pak, ini Joko Klanthung, adik kelasku pas SMA,” ucap si seniman.

“Ya, siapa namanya?” tanya Sapardi.

“Saya Joko Klanthung Pak,” ucapnya. “Nganu Pak, kalau boleh saya ingin matur kepada Bapak.”

“Boleh. Kamu kerja apa?” tanya Sapardi.

“Saya baru belajar Pak. Cuma nulis naskah drama,” jawab Joko Klanthung.

“Oh… Baru nulis apa?”

“Nganu Pak, saya baru nulis naskah. Judulnya ‘Aku Benci Hujan Bulan Juni’.”

“Hahahaha…. Bagus itu. Ayo, makan dulu.”

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

uget uget - mat solar bajaj bajuri

Bajaj Bajuri Tanpa Emak: Terasa Sepi

uget uget - Acara TV Kuis Berhadiah Paling Populer- Komunikata

Acara TV Kuis Berhadiah Paling Populer: Komunikata