Ada Yang ‘Salah’ Dengan Teori Peradaban?
Sumber gambar: loop.co.id
in

Ada Yang ‘Salah’ Dengan Teori Peradaban?

UGET UGET – Teori peradaban tidak bisa dipisahkan dengan kebudayaan manusia dan kondisi alam. Indikator inilah yang digunakan oleh para peneliti untuk mengklasifikasikan zaman berdasarkan ciri-ciri khususnya.

Berdasarkan buku pelajaran di sekolah, peradaban dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu peradaban prasejarah dan peradaban setelah ditemukannya tulisan. Untuk kategori praejarah pun dibagi lagi menjadi zaman paleolitikum, mesolitikum, dan neolitikum. Kemudian ada lagi pengategorian menurut mata pencaharian, yakni berburu dan meramu, bercocok tanam, hingga kemudian berdagang.

Dari berbagai macam teori, ada satu pernyataan yang saya ambil, yaitu orang-orang di tiap peradaban selalu membentuk kelompok di sekitar sungai. Karena menurut pendapat para ahli, air merupakan zat yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup, terutama manusia.

Oleh sebab itu, manusia mempunyai naluri untuk membentuk kelompok atau bergerombol di wilayah sekitar aliran sungai. Hal ini pun dibuktikan dengan munculnya berbagai peradaban besar, seperti peradaban sungai Nil, peradaban sungai Indus, peradaban sungai Eufrat dan Tigris, serta yang lainnya.

Tapi, ada satu buku yang menarik. Buku itu berjudul “Budaya Sontoloyo”. Buku ini ditulis oleh seseorang yang fokus di bidang antropologi, yakni Ruddy Agusyanto.

Dalam buku yang judulnya cukup nyentrik ini, disebutkan bahwa teori peradaban selama ini memiliki celah. Sebab, selama ini yang masyarakat tahu adalah unsur alam utama yang berperan penting dalam pembangunan peradaban adalah air. Sekilas memang terlihat masuk akal, tapi ternyata ini kesalahan yang fatal.

Mengapa? Apakah ada unsur alam yang lebih vital daripada air?

Tentu saja ada. Tapi unsur alam ini jarang kita anggap sebagai sebuah anugerah karena masyarakat di wilayah khatulistiwa sering merasakannya. Yup, unsur itu adalah sinar matahari, atau cukup dikatakan matahari itu sendiri.

Masyarakat di zaman kuno sudah mengetahui hal ini. Oleh sebab itu, dalam kebudayaan dan peradaban kuno, seperti peradaban Sumeria, Aztec, Inca Maya, bahkan Nuswantara selalu menyimbolkan matahari sebagai lambang kehidupan.

Sehingga, awal mula peradaban di seluruh dunia, pasti bermula dari wilayah yang cahaya mataharinya pas. Sehingga menghasilkan air yang menyegarkan, dengan iklim dan cuaca yang kondusif.

Sumber gambar: loop.co.id

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Ibu Dan Ayah Punya Hak Dan Kewajiban Yang Sama Dalam Mengasuh Anak

Ibu Dan Ayah Punya Hak Dan Kewajiban Yang Sama Dalam Mengasuh Anak

Sindrom Erotomania Bikin Penderitanya Merasa Punya Pengagum Imajiner dan Alami Delusi Jatuh Cinta

Sindrom Erotomania Bikin Penderitanya Merasa Punya Pengagum Imajiner dan Alami Delusi Jatuh Cinta