6 Dimensi Sistem Kepercayaan, Apakah Kamu Banget?
Sumber gambar: sewarga.com
in

6 Dimensi Sistem Kepercayaan, Apakah Kamu Banget?

UGETUGETBerbagai ahli agama secara rinci mengidentifikasi enam dimensi sistem kepercayaan yang nantinya dapat membawa penjelasan tentang mengapa terjadinya iman yang berbungkus kekerasan.

Nih penjelasan 6 dimensi sistem kepercayaan itu sebagai berikut:

1. Dimensi Kepercayaan Kepada Tuhan, Sang Pencipta, atau Super Power

Beberapa kepercayaan memanggil Sang Pencipta atau Super Power dengan kata Allah, God, atau The Lord. Kepercayaan lainnya memanggil dengan Thy, atau Almighty. Ada juga yang membahasakannya dengan Kekuatan Alam, Energi Hakiki, The Universe, dan The Nature.

2. Dimensi Keyakinan Pada Nabi atau Utusan atau Tokoh Pencetus

Keyakinan atau kepercayaan agama tertentu mengenal berbagai nama nabi atau rasul sebagai manusia bijak yang menjadi utusan Pencipta yang bertugas untuk mengubah perilaku dan mental manusia.

Ideologi tertentu yang bersifat non-agama pun mengenal sosok pendiri atau pencetus aliran pemikirannya. Karl Marx, Darwin, Plato, dan sebagainya merupakan contoh pencetus ajaran atau -isme yang bersifat non agama.

3. Dimensi Keyakinan Pada Kitab Suci

Sistem kepercayaan
Sumber gambar: geotimes.co.id | Sistem kepercayaan.

Agama-agama tertentu mengenal kitab-kitab besar, seperti Injil, Al-Qur’an, Taurat, dan Zabur sebagai premis ajaran kebenaran. Ada juga yang mengenal suhuf atau mushaf sebagai rujukan. Ideologi yang bersifat non agama juga mengenal buku-buku prinsipil seperti Das Kapitalis dan The Origin of Species.

Dengan buku rujukan tertentu ini, pengikut ideologi akan berperilaku tertentu yang ingin berusaha mengikuti prinsip-prinsip pemikiran yang dijelaskan dalam buku rujukan itu.

4. Dimensi Praktik Ritual

Sistem kepercayaan purba
Sumber gambar: artikelsiana.com | Sistem kepercayaan purba.

Ritual keagamaan ditujukan untuk mengagungkan Sang Pencipta yang seringkali disebut sebagai tata cara keagamaan, norma agama, atau syariat. Sistem kepercayaan yang berbentuk agama biasanya memiliki dimensi ritual, sementara sistem kepercayaan yang berbentuk non agama (pemikiran-pemikiran) biasanya tidak.

Kehadiran rumah ibadah biasanya untuk menyelenggarakan ritual, dan aturan-aturan keagamaan ini jadi pengikat serta ciri khas dari institusionalisasi agama.

Dari berbagai observasi mengenai perilaku keagamaan, mereka yang kecewa terhadap pemuka dan ajaran dari agama sedikit banyak akan memikirkan kembali atau mempertanyakan tujuan agama dan menimbulkan produk baru (pencerahan, pemikiran baru, atau keputusan baru) dalam keberagamaannya.

5. Dimensi Ajaran Sosial atau Etika Sosial

Ajaran sosial atau muamalah berisi etika dan norma sosial yang mengatur kehidupan dengan orang lain atau masyarakat. Disebabkan karena manusia selalu bersinggungan denganm manusia lain, sistem kepercayaan, baik yang agama maupun non agama.

Biasanya mengatur bagaimana interaksi yang baik dan harmonis antar manusia.

6. Dimensi Keyakinan Pada Hari Akhir atau Hukum Kekekalan

Prinsip-Prinsip Hari Akhir atau kekekalan dalam sistem kepercayaan berisi penjelasan mengenai hari kemudian dan konsekuensi dari perilaku yang dilakukan hari ini. Semua ideologi atau sistem kepercayaan pada akhirnya menurut para pemikir adalah ingin membangun atau mengubah masyarakat menjadi lebih baik.

Dikarenakan, pada mulanya sistem kepercayaan atau ajaran-ajaran kepercayaan dibangun untuk menjawab krisis yang terjadi pada dunia manusia atau untuk penjagaan alam dari kerusakan.

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Kecantikan Tidak Hanya Seputar Kecantikan Fisik Aja Girls, Coba Perhatikan Aspek-Aspek Ini

Kecantikan Tidak Hanya Seputar Kecantikan Fisik Aja Girls, Coba Perhatikan Aspek-Aspek Ini

Perang Dengan Gigi, Yakin Lebih Baik Sakit Hati Daripada Sakit Gigi?

Perang Dengan Gigi, Yakin Lebih Baik Sakit Hati Daripada Sakit Gigi?