3 Film Ini Akurasinya Perlu Dipertanyakan. Beberapa Malah Gak Pas!
Sumber gambar: IDN Times
in

3 Film Ini Akurasinya Perlu Dipertanyakan. Beberapa Malah Gak Pas!

UGETUGET – Film bertema sejarah, tentang sosok atau peristiwa tertentu, kerap mengundang kontroversi. Biasanya diakibatkan penafsiran sutradara dan penulis naskah tak sejalan atau malah bersimpangan dengan kejadian sebenarnya.

Namun apalah daya manusia beserta ingatan yang terbatas, hanya mampu mereka ulang satu peristiwa besar sesuai informasi yang didapatkannya.

Dalam hal “informasi yang didapatkan” pun kita masih bisa mendebatnya. Kita bisa melayangkan berbagai jenis catatan sejarah, testimoni dari saksi mata atau pelaku sejarah dan banyak jenis lainnya.

Maka, wajar jika satu film bertemakan sejarah muncul, kontroversi dan perdebatan pun akan mengiringi di belakangnya.

Berikut adalah 5 film yang akurasi peristiwanya sangat jauh dari kejadian yang sebenarnya, seperti dilansir dari Buzzfeed:

Argo (2012)

Film yang disutradari oleh aktor ternama Ben Affleck ini mengisahkan tentang proses penyelamatan enam warga negara Amerika Serikat yang terjebak di Teheran saat Revolusi Iran berlangsung. Agen CIA menyamarkan operasinya sebagai kru produksi film fiksi ilmiah dan dibantu oleh kedutaan Kanada.

3 Film Ini Akurasinya Perlu Dipertanyakan. Beberapa Malah Gak Pas!
Sumber gambar: Youtube

Dalam film tersebut, dikisahkan operasi berjalan lancer tanpa kurang satu orang pun. Dan kedutaan Kanada pun digambarkan sebagai kantor yang hanya menjadi tempat berlindung sementara orang-orang Amerika dari amukan masyarakat Iran. Namun, yang terjadi sebenarnya bukanlah demikian.

3 Film Ini Akurasinya Perlu Dipertanyakan. Beberapa Malah Gak Pas!
Sumber gambar: Collider

Dalam proses operasi, kedutaan besar Kanada rela mengambil risiko dengan mengeluarkan visa dan menyiapkan surat-surat kewarganegaraan demi membawa warga Amerika keluar dari Iran. Selain itu, mereka juga melatih selama berjam-jam para warga Amerika agar bisa berbicara dengan aksen Kanada secara alami.

Maka, adegan terakhir saat keenam warga Amerika berada di bandara dan melewati proses autentifikasi identitas dengan nuansa mencekam, semuanya hanyalah karangan belaka. Hanya bagian yang dimunculkan demi menaikkan ketegangan.

3 Film Ini Akurasinya Perlu Dipertanyakan. Beberapa Malah Gak Pas!
Sumber gambar: FunnyAnd.com

Braveheart (1995) 

Film ini merupakan salah satu film yang mengantarkan nama Mel Gibson naik ke panggung aktor dan sutradara kenamaan dunia. Menceritakan tentang pemberontak dari Skotlandia, William Wallace, terhadap kerajaan Inggris yang dipimpin Raja Edward I setelah wanita yang dicintainya dibunuh dengan kejam.

3 Film Ini Akurasinya Perlu Dipertanyakan. Beberapa Malah Gak Pas!
Sumber gambar: Mental Floss

Ternyata, sejarah tidak berjalan demikian adanya. Sederhananya, periodisasi waktu dan peristiwa bersejarah dari film dan sejarah resmi tidak ada sangkut pautnya sama sekali!

3 Film Ini Akurasinya Perlu Dipertanyakan. Beberapa Malah Gak Pas!
Lukisan potret William Wallace (Sumber gambar: History Stuff)

Film ini dibuka dengan penaklukan Raja Edward atas Skotlandia, setelah kematian Alexander III pada tahun 1280. Dalam kenyataannya, Raja Alexander III memerintah hingga 1286 dan pemberontakan yang dipimpin oleh Wallace terjadi pada tahun 1296.

The Greatest Showman (2017)

Pengusaha dan pengelola bisnis pertunjukkan bernama PT Barnum menciptakan sebuah pertunjukkan sirkus yang berisi hal-hal unik dan aneh lalu menjadi sensasi di seluruh dunia.

3 Film Ini Akurasinya Perlu Dipertanyakan. Beberapa Malah Gak Pas!
Sumber gambar: IDN Times

Film ini terlalu banyak berfokus pada masa lalu Barnum yang banyak masalah, namun gagal mengungkap sisi kelam yang dilakukannya untuk menaikkan popularis sirkus. Salah satunya adalah Joice Heith, salah satu sosok yang dipertontonkan dalam sirkus Barnum namun tidak ditampilkan.

3 Film Ini Akurasinya Perlu Dipertanyakan. Beberapa Malah Gak Pas!
PT Barnum dan anggota sirkusnya. (Sumber gambar: Horror Freak News)

Joice Heith adalah seorang wanita tua berkulit hitam yang disebut oleh Barnum sebagai salah satu pembantu George Washington, Presiden Amerika Serikat Pertama, yang berusia 161 tahun. Ia dibawa dalam tour sirkus Barnum, meskipun dalam kondisi tidak sehat, buta dan sulit untuk bergerak. Tapi dia berhasil mengangkat popularitasi sirkus Barnum hingga menjadi buah bibir masyarakat.

3 Film Ini Akurasinya Perlu Dipertanyakan. Beberapa Malah Gak Pas!
Poster promosi Joice Heith dalam sirkus PT Barnum (Sumber gambar: Bethel Historical Society)

Sementara itu, karakter yang dimainkan oleh Zac Efron dan Zendaya merupakan karakter karangan dan hanya digunakan untuk mengangkat isu rasial dari film tersebut. Ironi memang, jika penggambaran Barnum sebagai sosok yang toleran dan humanis, ternyata sebenarnya sosok yang rasis dan tega mengeksploitasi manusia.

Written by Agus A. Pribadi

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Review Matchday 15: Persaingan Grup H dan Perebutan Puncak Grup G

Review Matchday 15: Persaingan Grup H dan Perebutan Puncak Grup G

29 Juni, Hari Keluarga Nasional Rekatkan Kembali Keharmonisan Keluarga

29 Juni, Hari Keluarga Nasional: Rekatkan Kembali Keharmonisan Keluarga